Memudahkan Akses Air Bersih bagi Warga Pulau Manda

Jika dua pekan berturut-turut hujan tidak turun, kekeringan pun akan terasa di Desa Manda, Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun. Kondisi tersebut membuat warga biasa harus mencari air di sungai atau menyeberang dengan kapal ke pulau lain untuk mendapatkan air bersih. Oleh karenanya, Global Wakaf - ACT mengantarkan amanah dermawan berupa Sumur Wakaf untuk warga Pulau Manda.

Toren air dari Sumur Wakaf yang baru saja dibangun di Pulau Manda. (ACTNews)

ACTNews, KARIMUN – Pulau Manda, Kecamatan Ungar, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau secara geologi berada di dataran yang dikelilingi laut. Karakter tanahnya sendiri beragam, ada yang terdiri dari tanah liat dan tanah berbatu. Lain tempat, lain juga kondisinya. Warga yang tinggal di wilayah yang berbatu mesti akrab dengan kekeringan.

“Kondisi daerah Pulau Manda yang berbatu, setiap tahun selalu mengalami kekeringan. Bahkan saat musim hujan pun, sumur warga bisa kering jika kebetulan 2 pekan berturut-turut hujan tidak turun. Sehingga ketersediaan air tanah di daerah tanah berbatu ini sepanjang tahunnya tidak dapat terpenuhi,” ujar Nofran Reko dari Tim Global Wakaf – ACT Kepulauan Riau.

Setiap terjadi kekeringan, warga mesti mengambil air bersih ke sungai terdekat. Apabila tidak memungkinkan juga, warga biasanya mengambil air ke pulau lain dengan menggunakan kapal. Tentu keadaan ini sangat menyulitkan mereka. Belum lagi tak semua warga memiliki MCK di rumah masing-masing, membuat masalah sanitasi semakin kompleks.

“Untuk Pulau Manda sendiri baru ada beberapa rumah yang sudah memiliki MCK. Sedangkan yang belum memiliki MCK membuat jamban kecil dengan ukuran kurang dari 1x1 meter yang terbuat dari kayu di tepi sungai,” kata Nofran.


Salah satu MCK yang ada di Pulau Manda. (ACTNews)

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Global Wakaf – ACT membangun satu unit Sumur Wakaf untuk warga di Pulau Manda. Sumur yang hadir dari amanah para dermawan ini telah dibangun dengan kedalaman 100 meter pada Januari 2020 lalu, dan selesai pada Senin (3/9/2020) silam.

“Pembangunan sumur bor sedalam 100 meter diharapkan menjadi sumber air baru bagi warga sekitar. Sebab jika kedalaman kurang dari 100 meter, kondisi sumur akan kembali kering saat musim kemarau. Hal ini dikarenakan kondisi tanah yang berbatu wadas. Dibutuhkan upaya melakukan pengeboran sumur dalam untuk mencapai akuifer yang memiliki cadangan air tanah besar, agar sumber air dapat terus mencukupi,” ungkap Nofran.


Warga pun senang dengan kehadiran Sumur Wakaf ini. Samsir salah seorang warga mengungkapkan syukurnya atas bantuan air bersih ini. “Harapan saya pribadi dan kami warga Dusun 3, Pulau Manda agar sekiranya bantuan yg sudah diberikan tidaklah berhenti dengan ditandai peresmian Sumur Wakaf. Kami sangat mengharapkan bantuan-bantuan sosial yang lainnya, mengingat kehidupan masyarakat kami jauh dari kehidupan modern. Terima kasih kepada para dermawan, pengurus cabang Global Wakaf – ACT Kepulauan Riau, organisasi Islam, dan orang-orang yang sudah memberikan ide-ide serta tenaganya dalam menyukseskan program ini,” tuturnya.

Nofran pun mengucapkan terima kasihnya kepada para wakif yang telah mengamanahkan wakaf terbaiknya melaui Global Wakaf – ACT. “Kami berharap dapat menyebarkan lagi maslahat Sumur Wakaf di wilayah-wilayah yang benar-benar darurat kebutuhan air bersih di Indonesia. Sekaligus kami mengajak kepada para dermawan untuk berpatisipasi dalam program ini melalui  laman Indonesia Dermawan atau transfer langsung ke rekening BNI Syariah di nomor 10 10000 182,” ajak Nofran. []