Memupuk Semangat Kemanusiaan pada Generasi Muda

Memupuk Semangat Kemanusiaan pada Generasi Muda

Memupuk Semangat Kemanusiaan pada Generasi Muda' photo

ACTNews, BANJARMASIN –  Berikhtiar memupuk semangat kepedulian terhadap krisis kemanusiaan dan kebencanaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Kalimantan Selatan bersama Pelajar Islam Indonesia (PII) menggelar diskusi bertemakan Sharing and Caring for Humanity pada Sabtu (23/2). Menyasar generasi muda, acara ini dihadiri puluhan pelajar se-Kalsel dengan antusias yang besar. 

Dalam acara yang membicarakan kemanusiaan itu, Kepala Marketing Communication ACT Kalsel Zainal Arifin menjelaskan bagaimakan krisis kemanusiaan kini menghantui negara-negara berpenduduk masyoritas musli. Kondisi umat Islam yang ada di negara konflik seperti Palestina, Suriah, Yaman, hingga Somalia digambarkan di hadapan peserta diskusi. “Sampai hari ini mereka masih bergantung pada bantuan negara lain untuk bertahan hidup. Kondisi kita di sini pasti jauh lebih beruntung,” tutur Zainal.

Zainal juga mengingatkan untuk terus diadakannya penggalangan kepedulian sebagai wujud empati kepada sesama saudara muslim di negara yang sedang dirundung konflik. “Meski jauh, mereka sama-sama manusia seperti kita,” imbuh Zainal.

Tak hanya membicarakan krisis kemanusiaan yang ada di luar negeri, acara yang digelar di Rumah Ano Banjarmasin itu juga membahas kisah kerelawanan pada bencana besar yang menimpa Sulteng pada akhir September 2018. Muhammad Azwar Anas dari Alter School, yang empat menjadi relawan di Sulawesi Tengah, berkesempatan berbagi pengalaman menjadi relawan.

“Menjadi relawan banyak memberikan pelajaran bagi saya,” begitu Azwar memulai kisah. “Relawan di lokasi bencana harus menjaga niatnya untuk membantu sesama, karena niat ini yang akan menguatkan kita,” ujarnya.

Azwar juga menekankan pentingnya memiliki keahlian bagi relawan bencana. “Di lokasi bencana, kita juga mempertaruhkan nyawa. Jadi relawan itu jangan main-main,” ucap Sarjana Keperawatan itu kepada peserta.

Diskusi yang dirasa berlangsung singkat itu mendapatkan respons positif dari peserta, salah satunya Yusril. Siswa kelas 11 dari salah satu sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Utara ini mengatakan sangat tertarik dengan obrolan yang berkenaan dengan kemanusiaan dan kebencanaan. “Kegiatan ini bagus sekali karena bisa menumbuhkan kembali jiwa simpati dan empati terhadap sesama umat, terutama umat Islam,” ungkapnya.

Ketua PII Kalsel M Tarmiji Hasyim berterima kasih kepada ACT Kalsel yang telah mendukung kegiatan itu. Menurutnya, ACT merupakan lembaga kemanusiaan besar yang telah banyak berkiprah. “Semoga dengan membahas isu kemanusiaan dalam negeri atau luar negeri, mampu menanamkan rasa kepedulian kepada sesama manusia. Khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa,” pungkasnya. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan