Memutus Kesulitan Air Bersih Kala Kemarau di Kampung Cikaret

Kampung Cikaret, Kabupaten Sukabumi, diberkahi air bersih yang cukup di musim penghujan. Namun saat musim kemarau, air ini mengering sehingga warga harus mencari alternatif lain untuk memperoleh air bersih.

bantuan sumur wakaf
Sumur Wakaf yang dibangun di Kampung Cikaret diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat umum, tetapi juga para murid serta santri di madrasah sekitar titik sumur. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN SUKABUMI – Kondisi sarana air bersih di Kampung Cikaret, Desa Sukatani, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, sebenarnya cukup baik. Sekitar 50% warga telah memiliki fasilitas sanitasi sendiri di rumah masing-masing dan air yang mengalir pun jernih.

Cerita berbeda ditemui saat musim kemarau. Masyarakat Kampung, kerap kesulitan, lantaran debit air yang dialirkan sumur mereka perlahan akan berkurang. “Rata-rata sumur di kampung ini adalah sumur galian dengan kedalaman 10 sampai 12 meter. Hanya saja memang ketika musim kemarau, akan mengering. Jadi hanya dapat maksimal saat musim hujan,” ujar Dani Firdaus dari Tim Program Global Wakaf-ACT Sukabumi pada Rabu (25/8/2021) lalu.


Warga sebenarnya telah berusaha membuat sumur yang lebih dalam lagi menggunakan teknik pengeboran. Tetapi cukup sulit mengebor sumur, sebab karakter tanah di Kampung Cikaret yang berbatu cadas.

“Saat kemarau warga bisa membeli air, atau mengambil air dari sungai. Jika membeli air, tentu harus mengeluarkan biaya lebih. Sementara jika mengambil air dari sungai, belum tentu sebersih air yang mereka dapatkan di sumur,” jelas Dani.

Kondisi ini juga berdampak kepada fasilitas umum di Kampung Cikaret. Misalnya Madrasah Diniyah Nurul Dulam, sebagai sekolah bagui 162 siswa dan tempat mengaji bagi 70 santri. Selama ini para santri memanfaatkan sumber-sumber air seadanya yang ada di sekitar madrasah untuk berwudu atau buang air.


Para santri ketika mengambil wudu di aliran parit kecil dari sungai sekitar madrasah. (ACTNews)

“Begitu juga dengan masjid ketika kekeringan. Warga akhirnya menyedot air dari sungai, agar para bisa memanfaatkan air untuk bersuci,” kata dani.

Untuk membantu kesulitan warga saat ini, Global Wakaf-ACT membangun satu unit Sumur Wakaf jenis bor di Kampung Cikaret. Sumur Wakaf ini dibangun di dekat Madrasah Nurul Dulam dan sudah dapat dimanfaatkan masyarakt sejak pertengahan Agustus lalu. “Harapan kami di samping warga secara umum, Sumur Wakaf ini juga dapat dimanfaatkan oleh para santri dan ratusan murid di madrasah,” tutur Dani.

Hal ini pula yang diharapkan warga, seperti diungkapkan Nurkilah salah satunya. “Terima kasih kepada para dermawan serta Global Wakaf-ACT yang telah membangun fasilitas MCK di Kampung Cikaret. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi warga dan para santri yang ada di lingkungan Kampung Cikaret,” ucapnya. []