Menah, Balita Palestina yang Berjuang Sembuh dari Kanker Darah

Tiga tahun sudah Menah Ramzy Alhaw bertahan dari kanker darah (leukemia) yang ia derita. Bocah Palestina yang masih berusia lima tahun itu harus berobat secara berkala ke rumah sakit.

Menah, Balita Palestina yang Berjuang Sembuh dari Kanker Darah' photo

ACTNews, RAFAH – Awal September lalu, anak perempuan terbungsu dari pasangan Ramzy Alhaw dan Bahader Alhaw genap berusia lima tahun. Pertambahan usia Menah dimaknai keluarga Alhaw dengan penuh syukur. Sebagai penyintas kanker darah, Menah membutuhkan perawatan kesehatan yang terus berkelanjutan.

Bahader Alhaw (33), ibunda Menah, mengatakan, keluarga membutuhkan bantuan dari para dermawan untuk membantu pengobatan putrinya. Ia mengaku, keluarga mereka kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari. “Keadaan kami sangat sulit. Kami memohon kebaikan hati para dermawan untuk membantu keperluan putri kami, Menah. Misalnya saja obat-obatan, makanan, dan transportasi pengobatan yang biayanya sangat banyak,” terang Bahader.

Keluarga Alhaw sering kali harus berjalan kaki berkilometer dari rumah menuju rumah sakit karena tidak memiliki ongkos. “Dalam seminggu kami harus empat kali ke rumah sakit,” lanjut Baher. Sekali ke rumah sakit, keluarga mereka membutuhkan ongkos sekitar tujuh dolar Amerika.


Keadaan keluarga Alhaw semakin terpuruk setelah Ramzy Alhaw (37), kepala keluarga, tidak lagi bekerja. Ia pun terluka akibat konflik terakhir yang pecah di dekat Rafah, tempat tinggal mereka.

Selain Menah, keluarga Alhaw juga memiliki seorang laki-laki yang memiliki gangguan di kepala. Belum lagi, delapan orang anggota keluarga harus tinggal di rumah yang kurang layak huni. “Ini sangat buruk dan tidak semua bagiannya layak huni,” kata Ramzy. Dengan keadaan itu semua, keluarga Alhaw melanjutkan hidup.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response (GHR) – ACT berharap banyak dermawan yang terus menyebarluaskan kebaikannya hingga ke seluruh dunia. “Kami berharap banyak yang terus membuka hati untuk menolong saudara-saudara di dunia, salah satunya Palestina,” kata Said. []

Bagikan