Menantangnya Medan Pendistribusian Bantuan Gempa Halsel

Tantangan medan menuju lokasi terdampak gempa bukan penghalang bagi tim Disaster Emergency Response (DER) – ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku Utara. Bantuan bagi korban gempa Halmahera Selatan terus disalurkan hingga ke wilayah pelosok.

Menantangnya Medan Pendistribusian Bantuan Gempa Halsel' photo

ACTNews, HALMAHERA SELATAN  – Mobil bak terbuka pengangkut bantuan dengan lancar menerjang badan sungai. Itulah salah satu medan rute yang harus ditempuh tim Disaster Emergency Response (DER)-ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku Utara saat mengantarkan bantuan ke Desa Wayatim, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan, Ahad (21/7).

Tantangan tim tidak berhenti sampai di situ. Tim masih harus melewati laut dan berjalan kaki untuk mencapai warga di sana. “Tim harus melewati perjalanan darat, lalu menyeberang sungai lima kali, naik ketinting, dan berjalan kaki,” lapor Yusnirsyah Sirin Iljas dari tim DER-ACT.

Ahad itu, tepat sepekan pascagempa mengguncang, tim mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa di Halmahera Selatan. Setibanya di wilayah distribusi, puing-puing reruntuhan tempat tinggal menyambut. Keadaannya tidak jauh berbeda dari awal gempa merobohkan mereka. Tidak ada alat berat yang sampai ke sana. Warga sebisa mungkin menyingkirkan sisa reruntuhan yang menghalangi jalan.


Tim juga melakukan layanan medis di pos pengungsian serta memberikan layanan psikososial kepada penyintas anak-anak. “Bantuan diberikan kepada warga Desa Wayatim yang masih berada di pengungsian dengan jumlah total pengungsi 62 kepala keluarga,” lanjut Yusnirsyah.

Menurut Yusnirsyah, dalam menjangkau wilayah terdampak gempa di pelosok, sejumlah tantangan masih kerap ditemui. “Akses medan yang masih terbatas, setelah jalur darat lanjut jalur laut. Jaringan sinyal internet, bahkan sinyal telepon di lokasi pun hampir tidak  ada,” ungkapnya.


Walaupun begitu, tim amat bersyukur pendistribusian bantuan berjalan lancar. “Alhamdulillah implementasi dan aksi berjalan lancar. Sebanyak Puluhan kilo gram beras, perlengkapan sanitasi, dan kudapan diberikan kepada warga,” lanjut Yusnirsyah.

Aksi Cepat Tanggap juga membuka Posko Kemanusiaan di Kecamatan Bacan, tepatnya di Desa Tomori, Jalan Tugu Ikan Tomori.[]

Bagikan