Mendampingi Guru di Tengah Perubahan Pola Pendidikan

Pandemi turut mengubah pola pendidikan di Indonesia yang membuat guru dan murid harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Hal ini pula yang dirasakan guru penerima manfaat program Sahabat Guru Indonesia. Jangka panjangnya, Global Zakat-ACT tak lepas tangan begitu saja, tapi memberikan dampingan lanjutan agar guru siap menghadapi perubahan dampak pandemi global.

Mendampingi Guru di Tengah Perubahan Pola Pendidikan' photo
Pertemuan guru penerima manfaat Sahabat Guru Indonesia dengan guru honorer yang ada di Desa Cileuksa, Sukajaya, Kabupaten Bogor akhir November lalu. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, JAKARTA – Terhitung sejak pandemi Covid-19 dinyatakan masuk ke Indonesia, berbagai sektor kehidupan masyarakat mengalami perubahan total. Mulai dari kegiatan ekonomi, budaya, sosial hingga pendidikan yang harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Pola-pola sebelum pandemi kini mulai ditinggalkan. Akan tetapi, hal tersebut tak serta-merta berjalan dengan baik, berbagai kendala ditemukan.

Pihak yang cukup merasakan kesulitan mengikuti kebiasaan baru di antaranya ialah guru. ACTNews menemui kenyataan ini di berbagai daerah. Kendala yang dihadapi mulai dari keterbatasan teknologi, fasilitas, hingga dana yang tak selalu cukup untuk menggelar belajar jarak jauh.

Salah satu guru yang merasakan hambatan ini adalah Muhammad Kamaludin, guru di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya. Pada Agustus lalu Kamal menuturkan bahwa pandemi ini banyak mengubah pola pendidikan. Ia dan guru lainnya tidak mungkin bertatap muka dengan murid untuk melakukan kagiatan belajar mengajar. Sedangkan, tidak mungkin pula kegiatan belajar sepenuhnya mengandalkan teknologi, karena tidak semua guru dan murid memiliki perangkat pendukungnya.

“Enggak cuma masalah HP, sinyal di sini juga kurang baik, belum lagi harus isi kuota yang butuh dana tambahan. Sedangkan enggak semua guru sama orang tua murid ekonominya mampu untuk itu,” ungkap Kamal yang merupakan guru MIs Cileunjang yang lokasinya berada di tengah perkebunan teh dan sangat jauh dari pusat kota Tasikmalaya.

Pendampingan melalui webinar

Sejak diluncurkan pada November 2019 lalu, program Sahabat Guru Indonesia menyalurkan bantuan biaya hidup serta paket pangan ke guru prasejahtera dan honorer di berbagai wilayah. Tak hanya itu, pendampingan lanjutan pun diberikan, terlebih sejak Maret atau hadirnya pandemi, pendampingan terus digencarkan melalui seminar daring yang isi oleh pakar-pakar pendidikan.

Beragam tema tentang pendidikan selama masa pandemi dihadirkan. Harapannya, seminar daring ini mampu memberikan wawasan tambahan kepada guru untuk menghadapi perubahan pola belajar dampak pandemi yang belum kunjung usai ini.

“Dari adanya program webinar, saya banyak mendapatkan pengetahuan baru mengenai pendidikan anak,” ungkap Neneng Pancawarna, guru yang mengajar di Jakarta yang juga penerima manfaat program Sahabat Guru Indonesia.

Ke depannya, pendampingan akan terus dilakukan ke guru-guru penerima manfaat biaya hidup ini. Riski Andriani, Koodinator Program Sahabat Guru Indonesia menerangkan, saat ini pendampingan dilakukan terhadap hampir 5 ribu guru dari berbagai daerah. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan terus dilakukannya implementasi kebaikan ini. “Dana zakat yang Global Zakat himpun salah satunya disalurkan untuk program Sahabat Guru Indonesia,” jelas Riski.[]