Mendampingi Kesembuhan Aqila dari Komplikasi Penyakit

Usianya baru satu tahun, namun Aqila asal Bengkalis harus berjuang melawan tiga penyakit berat yang dideritanya. Selain itu, gizi buruk juga memperparah kondisi Aqila membuat perjuangannya semakin berat.

Mendampingi Kesembuhan Aqila dari Komplikasi Penyakit' photo

ACTNews, BENGKALIS – Sejak usia tiga pekan, Aqila Sheza Ramadhani (1) sudah dinyatakan mengalami katarak pada matanya. Selain itu, Aqila juga divonis mengalami kelainan jantung serta kelainan pada pendengaran. Di usinya yang masih sangat kecil, ia harus berjuang melawan penyakit berat.

Dua kali sudah operasi katarak dijalani Aqila. Akan tetapi, hasilnya masih kurang maksimal dan perlu empat operasi lagi yang harus dijalani. Keterbatasan biaya menjadi alasan operasi urung digelar. Orang tua Aqila, Rahmad Hidayat dan Septi Ayuning, sebelumnya bekerja sebagai pedagang. Namun, kini mereka tak lagi bekerja karena harus terus menemani Aqila.

Andika dari tim Mobile Social Rescue (MSR)-Aksi Cepat Tanggap Riau mengatakan, katup paru-paru Aqila tidak menutup sempurna, hal ini yang berpengaruh pada kesehatannya. Anak pertama pasangan Rahmad dan Septi ini pun terancam kehilangan pendengaran akibat kelainan pada telinganya. β€œDek Aqila didiagnosa tuli sensor rineural dengan tingkat sangat berat pada kedua telinganya. Aqila baru bisa mendengar suara ketika 12 dB yang juga setara suara pesawat jet lepas landas,” ungkap Andika, Kamis (5/9).


Selain gangguan pada beberapa organ, Aqila juga dinyatakan mengalami gizi buruk serta keterlambatan dalam perkembangan. Akibatnya, balita satu tahun ini harus rutin menjalani terapi serta pemasangan selang dari hidung langsung ke lambung untuk memasukkan ASI dan makanan lain.

Kondisi ekonomi menjadi penghambat utama penyembuhan Aqila. Orang tua Aqila juga masih tinggal di rumah sewaan di Jalan Antara Tribarta RT 01/08, Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Bengkalis. Hidayad kini tak lagi bekerja selama ia menemani pengobatan Aqila. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Hidayad rela menggadai motornya.

Saat ini, Aqila hanya dirawat di rumah. Sesekali ia melakukan kontrol kesehatan di rumah sakit. Sebagian biaya pengobatan ditanggung oleh jaminan kesehatan dari pemerintah, akan tetapi masih banyak keperluan lain yang harus orang tua Aqila tanggung sendiri.

Merespons keadaan itu, tim MSR-ACT Riau sejak akhir Agutus lalu mulai melakukan pendampingan. Selain itu, penggalangan dana secara daring juga telah dibuka melalui Kitabisa. Dalam waktu 23 hari ke depan, donasi masih akan terus dibuka.

Andika menambahkan, dana yang terkumpul nanti akan digunakan untuk empat kali operasi lagi untuk menyembuhkan katarak di mata Aqila. Selain itu, juga akan ada pemasangan alat bantu dengar serta implan pada bagian telinga untuk membantu pendengaran. Pengobatan serta pemasangan alat-alat itu tak terkover jaminan kesehatan, sehingga Aqila perlu bantuan dari pihak lain.[] 

Bagikan