Mendampingi Rizky Berjuang Sembuh dari Hidrosefalus

Setahun mendapatkan pendampingan, Rizky (3), bocah penderita hidrosefalus, mengalami perkembangan baik. Ikhtiar ini akan terus berlanjut dan merupakan wujud nyata kedermawanan masyarakat.

Rizky (3) saat ditemui di kediamannya di daerah Kabupaten Tasikmalaya pertengahan Desember ini. Sudah satu tahun belakangan ACT memberikan pendampingan medis terhadap Rizky. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN TASIKMALAYA Usia Rizky kini menginjak 3 tahun. Akan tetapi, kondisinya tidak seperti anak-anak pada umumnya. Kepala bocah itu membesar hingga mengganggu pertumbuhan. Ya, Rizky mengidap hidrosefalus sejak lahir.

Rizky merupakan warga Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Pada usia dua bulan, ia sempat merasakan pengobatan medis. Sayang, ikhtiar itu terpaksa berhenti karena keterbatasan biaya. Orang tua Rizky yang hanya bekerja serabutan tak mampu memenuhi pembiayaan tersebut. Akibatnya, kondisi kepala bocah itu semakin membesar.

“Dulu pas usia dua bulan sempat dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung. Tapi terhenti kontrol rutinnya karena enggak ada biaya,” ungkap Titing, ibu kandung Rizky, Senin (14/12).

Mengetahui kondisi Rizky, Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesi (MRI) kemudian melakukan pendampingan medis melalui program Mobile Social Rescue. Aksi ini dilakukan sejak Desember 2019 lalu dan masih terus berlangsung hingga saat ini. Dana yang digunakan merupakan hasil penggalangan sedekah yang dilakukan secara daring melalui laman Kitabisa.

Arfika M. Nizar selaku pendamping untuk Rizky, mengatakan, setahun pendampingan berjalan, terdapat perkembangan baik yang terlihat dari Rizky. Saat ini, ia sudah bisa melakukan beberapa gerakan seperti tengkurap dan telentang tanpa harus dibantu. Selain itu, Rizky juga sudah bisa menggerakkan kaki serta tangan dan bisa mengucap beberapa kata.

“Alhamdulillah ini merupakan perkembangan yang baik. Dan harapannya bisa terus membaik hingga sembuh seiring dengan adanya pendampingan yang didukung masyarakat dermawan,” harap Arfi.

Fauzi Ridwan dari tim Program ACT Tasikmalaya mengatakan, pendampingan ini akan terus dilakukan terhadap Rizky sebagai bagian dari ikhtiar sembuh. Pendampingan yang dilakukan pun merupakan wujud nyata kedermawanan masyarakat yang tersalurkan.

“Perkembangan kondisi Rizky merupakan sebuah kebahagiaan dan wujud nyata kedermawanan,” ujar Fauzi, Seni (14/12).[]