Mendampingi Tumbuh Kembang Anak-Anak Yaman

Pelayanan Kesehatan Aksi Cepat Tanggap bagi ibu dan anak di Yaman terus berlanjut hingga September ini.

Mendampingi Tumbuh Kembang Anak-Anak Yaman' photo
Seorang anak di unit kesehatan Qa’a Al-Earah, Distrik Hamadan, Sanaa, menerima layanan kesehatan ACT pada September ini. (ACTNews)

ACTNews, HAMADAN – Tidak ada jaminan kesehatan bagi masyarakat Sana'a. Pelayanan kesehatan menjadi barang mewah di negeri yang tengah berkecamuk konflik itu. Bersama Kitabisa.com, Ma’ali Wisata, Wiby Indonesia, dan Bukalapak, Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Distrik Hamadan, Sana’a.

“Pelayanan kesehatan kami laksanakan di unit kesehatan Qa’a Al-Earah, Distrik Hamadan. Pelayanan kesehatan ini berfokus pada kondisi anak-anak, ibu hamil, atau ibu menyusui di Hamadan,” terang Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) – Aksi Cepat Tanggap (ACT), Kamis (3/10).

Pada bulan September ini, sebanyak 3.128 balita menerima layanan kesehatan, vitamin, dan makanan pendamping. Pada layanan kali ini, 66 pasien balita mengalami malnutrisi akut, sementara hampir 243 balita lainnya mengalami malnutrisi sedang. “Diperlukan upaya pendidikan kesehatan untuk keluarga agar anak-anak mereka terhindar dari malnutrisi,” lanjut Faradiba.


Keluarga di Yaman menerima layanan kesehatan gratis dari ACT, Kitabisa.com, Ma’ali Wisata, Wiby Indonesia, dan Bukalapak. (ACTNews)

Faradiba mengatakan, menurut laporan mitra ACT di Yaman,  selain tingginya jumlah anak yang kekurangan gizi, sebagian ibu dan anak juga terserang kolera. Faradiba mengungkapkan, munculnya berbagai permasalahan kesehatan di Yaman juga disebabkan kurangnya kepedulian dan pengetahuan masyarakat terkait kesehatan.

“Konflik berkepanjangan dan anjloknya keadaan ekonomi sosial juga menjadi pemicu utama. Namun, banyaknya kasus anak lahir cacat, keguguran, prematur dan ibu yang meninggal ketika melahirkan, itu disebabkan kurangnya kepedulian calon ibu dalam merawat kesahatan diri dan janinnya,” tutur Faradiba. Ia pun prihatin dengan sedikitnya tenaga medis yang berkemampuan menangani anak-anak, ibu hamil, dan menyusui. []

Bagikan