Mendorong Pahlawan Agraria Menuju Sejahtera

Pada peringatan hari tani ke-75, fakta masih menunjukkan banyak petani yang belum sejahtera. Modal produksi yang tinggi tidak seimbang dengan keuntungan saat panen menjadi salah satu alasan kesejahteraan petani belum terpenuhi.

Mendorong Pahlawan Agraria Menuju Sejahtera' photo
Ilustrasi. Petani di Karawang menjemur gabah. (ACTNews)

ACTNews, KARAWANG – Sejumlah petani di Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Cipta Marga, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, mengaku masih kesulitan mengelola lahan. Pasalnya, kini tidak setiap petani mampu membeli pupuk dengan harga murah. Belum lagi, pemberlakuan kartu tani yang dilematik.

“Para petani di Desa Ciptamarga ini, terutama yang tergabung dalam Gapoktan Sri Asih, sangat khawatir karena sekarang pupuk belum banyak tersedia di kios-kios. Belum lagi, Kartu Tani mau diberlakukan sehingga petani yang tidak mempunyai Kartu Tani harus membayar pupuk seharga Rp 550 ribu. Itu sangat memberatkan para petani,” ujar Ade, salah seorang petani anggota Gapoktan Sri Asih Desa Ciptamarga pada Kamis (24/9) lalu.


Kenyataan itu membuat Global Wakaf – ACT bergerak menyediakan bantuan pupuk atau nutrisi untuk para petani. Melalui program Masyarakat Produsen Pangan Indonesia (MPPI), Global Wakaf – ACT memberi bantuan nutrisi padi yang diberi label MPPI Bio.

Manajer Program Pemberdayaan Wakaf ACT Jajang Fadli menjelaskan, bahan-bahan yang digunakan di MPPI Bio familiar digunakan petani sejak 2016. “Insyaallah ini produk yang ramah lingkungan. Ke depan, kami uji coba ke sejumlah daerah,” kata Jajang.


Tim Global Wakaf - ACT dan para petani sedang meninjau salah satu lahan di Desa Ciptamarga. (ACTNews)

Selain itu bantuan nutrisi, Global Wakaf – ACT dalam kunjungan ke Desa Ciptamarga juga menyalurkan bantuan modal bagi para petani melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro. Dukungan modal diharapkan dapat membantu para petani yang selama ini kesulitan modal usaha.

“Kami juga mengimplementasikan beberapa pembiayaan dari Wakaf Modal Usaha Mikro. Kami berharap Wakaf Modal Usaha Mikro dapat mengurangi beban petani yang biasa meminjam modal dengan bunga atau pembiayaan yang memberatkan mereka sehari-hari,” kata Jajang.

Global Wakaf - ACT berikhtiar meluaskan program MPPI dan Wakaf Modal Usaha Mikro. Dengan begitu, lebih banyak petani terbantu di masa pandemi ini.  Jajang mengatakan, Global Wakaf - ACT tidak dapat menggerakan MPPI dan Wakaf Modal Usaha Mikro serta merta sendiri.

“Kami butuh mitra, butuh dermawan dan butuh orang-orang yang peduli kepada para petani. Sehingga para petani dapat keluar dari kondisi prasejahtera dan kesulitan,” tambah dia. Sahabat Dermawan dapat mendukung program ini melalui donasi ke Indonesia Dermawan atau transfer ke rekening BNI Syariah di nomor 66 00000 142 atas nama Global Wakaf.

Sementara itu, Ade sebagai salah satu penerima manfaat WMUM Petani mengaku bantuan ini amat meringankan para petani. “Sangat membantu sekali. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Global Wakaf – ACT. Bantuan ini membantu para petani terhindar dari rentenir-rentenir yang memberatkan,” ungkap Ade.[]

Bagikan

Terpopuler