Mendorong Produksi Kue Ani yang Sempat Merosot Karena Pandemi

Produksi kue basah Tri Restiani alias Ani, sempat menurun karena pandemi. Dengan hadirnya bantuan Wakaf UMKM, ia berniat mendorong kembali produksi kuenya sehingga bisa menambah lagi pemasukan keluarga.

Produksi kue dilakukan Ani sejak tiga tahun lalu, saat dia memutuskan berhenti menjadi karyawan. (ACTNews)

ACTNews, BANYUMAS – Amanah dermawan itu sampai kepada Tri Restiani. Ibu rumah tangga yang biasa disapa Ani ini, menerima bantuan melalui program Wakaf UMKM pada Selasa (29/6/2021) lalu. Melalui bantuan Wakaf UMKM ini, diharapkan usaha kue basah Ani dapat kembali berjalan lancar.

Ani memulai usaha ini pada tiga tahun lalu, ketika dia memutuskan untuk berhenti menjadi karyawan. Dengan kemampuan memasaknya, ia memproduksi sendiri makanan basah seperti pastel, mata roda, nagasari, serta pai buah di rumahnya di Desa Karanglewas Kidul, Kecamatan Karanglewas, Banyumas.


“Saya berhenti bekerja saat itu karena harus mengurus kedua anak,” terang Ani. Anak kembarnya itu kini telah berumur 3,5 tahun. Sementara sang suami bekerja di sebuah rumah makan, Ani mengasuh anaknya sembari sibuk mengelola usaha. “Penghasilan dari usaha ini cukup untuk menambah penghasilan keluarga, sehingga bisa menutupi kebutuhan sehari-hari seperti susu buat anak-anak,” tambahnya.

Tetapi saat pandemi datang, penjualan dari usaha Ani turut menurun. Begitu juga rumah makan tempat suaminya bekerja turut terdampak. Sehingga selama pandemi ini, suaminya hanya bekerja dua hari sekali.

Dengan bantuan dari Wakaf UMKM ini Ani berharap dapat mendorong usahanya lagi sehingga bisa kembali berjalan seperti sediakala. “Rencananya dari bantuan Wakaf UMKM ini, saya ingin melengkapi alat-alat untuk membuat makanan yang lain dan menambah varian produk yang baru,” jelas Ani. []