Mendukung Dagangan Keukarah yang Jadi Harapan Nuraini

Usaha kue khas Aceh yang dijalankan Nuraini (57) selama puluhan tahun kini jadi andalan setelah suaminya wafat. Sementara saat pandemi, usaha ini berjalan cukup sulit baginya.

bantuan modal lhokseumawe
Dengan Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia (UMI), Nuraini berharap usahanya bisa berjalan lancar kembali. (ACTNews)

ACTNews, LHOKSEUMAWE – Dua puluh tahun lalu, Nuraini Ahmad (57) membuka usaha kue khas Aceh yakni kue sarang burung atau yang biasa disebut keukarah oleh warga setempat. Usahanya mampu menopang keluarga petani yang memiliki empat orang anak ini.

Namun satu tahun lalu, suaminya berpulang, sehingga usaha inilah yang saat ini jadi andalan Nuraini. Kue khas Aceh ini selain dipesan oleh pembeli dan juga dititipkan ke beberapa warung atau kedai kue yang ada di sekitar tempat tinggalnya, ada sekitar delapan warung yang bersedia menampung.

Usaha tersebut bisa menghasilkan Rp500 ribu dalam satu pekan. Seperti layaknya usaha lain di masa pandemi, usaha kue Nuraini kemudian berjalan sedikit sulit. “Terkadang dalam dua pekan sekali, pesanannya surut dan modalnya pun terpakai untuk kebutuhan sehari-hari. Sehingga produksi kue khas Aceh-nya juga sedikit. Kondisi ini sangat membebani dan sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarganya,” ujar Rushan Novaly dari Tim Global Wakaf-ACT pada Rabu (12/5/2021).

Padahal selain anak, ia juga mempunyai tanggungan dua orang cucu yang piatu. Kondisi keluarga anaknya yang prasejahtera, membuat ia juga tergerak membiayai cucu-cucunya terutama untuk kebutuhan sekolah. Sehingga ia berharap usahanya ini dapat berjalan lebih baik lagi.


“Beliau berharap seandainya ada tambahan modal, dan menambah jumlah dagangannya seperti sebelum pandemi Covid-19. Dengan demikian, dapat meningkatkan perekonomian keluarganya, mengingat tanggungan dalam keluarga beliau banyak, anak dan cucunya dalam pendidikan, sehingga membutuhkan pendapatan yang mencukupi,” kata Rushan.

Global Wakaf-ACT mendukung harapan Nuraini dengan menyalurkan bantuan Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia (UMI). “Beliau sangat terharu dan senang saat menerima bantuan ini. Ia  berterima kasih kepada para dermawan yang sudah memberikan bantuan modal usaha tanpa bunga. Harapannya usahanya semakin berkembang dan mendongkrak ekonomi keluarganya, serta penuh keberkahan,” jelas Rushan.

Selain Nuraini, banyak lagi pelaku usaha di Lhokseumawe yang kesulitan akibat pandemi melanda negeri ini. Karenanya pada hari itu, Global Wakaf-ACT, menyalurkan bantuan kepada tiga orang pelaku usaha lainnya di Lhokseumawe.

“Saatnya membantu pejuang usaha untuk kembali bangkit. Global Wakaf-ACT melalui Wakaf Modal UMI selalu berikhtiar untuk membuat pelaku usaha mikro di seluruh Indonesia, khususnya di Lhokesumawe dapat terus berjalan di masa sulit ini,” harap Rushan. []