Mendukung Kesehatan Yaman dari Waktu ke Waktu

Selama lebih dari 5 tahun sejak konflik di negara Yaman berlangsung, masyarakat Yaman terus mengalami pelayanan publik yang menurun, termasuk di sektor kesehatan.

Relawan medis Aksi Cepat Tanggap memberi pelayanan kesehatan untuk masyarakat Hamdan awal Oktober lalu. (ACTNews)

ACTNews, HAMDAN – Ratusan fasilitas kesehatan di seluruh negeri di Yaman tutup sejak Agustus 2015, sejak perang saudara mulai mengudara. Keadaan itu merupakan sebuah kenyataan yang menyedihkan. Pasalnya di saat Covid-19 menyerang seluruh dunia, Yaman justru kehilangan kemampuan mengatasi masalah kesehatan.

Perkara penyakit di Yaman bukan hanya saat pandemi ini. Kolera dan gizi buruk adalah masalah kesehatan yang menjadi momok menahun di Yaman. Jumlah kumulatif kasus suspek kolera yang dilaporkan di Yaman dari Oktober 2016 hingga Januari 2020 adalah 2.316.197 kasus. Kolera mewabah di Yaman seiring meningkatnya peperangan di bumi para nabi itu.

“Ketika ekonomi ambruk, pelayanan publik pun ikut tidak berdaya, termasuk di sektor kesehatan. Situasi semakin memburuk ditambah wabah penyakit yang terus menerus tiada henti seperti kolera dan difteri, sebab itu kami berikhtiar memberikan bantuan kesehatan secara berkala,” terang Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap untuk wilayah Timur Tengah, Rabu (4/11).

Sepanjang Oktober, ACT memberikan pelayanan kesehatan di indonesia Medical Clinic di Distrik Hamdan, Sana’a. Selain itu, relawan medis juga melayani pasien dengan mengunjungi rumah demi rumah bagi mereka yang tidak mampu berpergian.

“Kami menyelenggarakan layanan sejak 8 sampai 21 Oktober. Layanan medis gratis ini menjangkau 1.600 keluarga atau setara 11.200 jiwa,” lanjut Said.

Program-program kemanusiaan untuk Yaman terus diikhtiarkan. Said berharap, dukungan untuk Yaman terus hadir dan tidak berkurang di tengah pandemi corona baru ini. “Di saat pandemi ini justru masyarakat Yaman semakin membutuhkan dukungan penduduk dunia. Semoga kita selalu diridahi Allah dalam membantu sesama,” pungkas Said.[]