Mendukung Semangat Ajar Guru Honorer Melalui Beaguru

Selama 23 tahun menjadi guru honorer, Prabowo Budi hanya menerima gaji Rp50-400 ribu.

prabowo guru honorer
Prabowo Budi saat menerima bantuan biaya hidup dari Global Zakat-ACT. (ACTNews)

ACTNews, KLATEN, CIMAHI – Sudah 23 tahun Prabowo Budi menjadi guru honorer salah satu sekolah dasar di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Gaji pertama yang ia terima dari menjadi guru honorer adalah Rp50 ribu.

Meski kini gaji yang diterima Prabowo sudah tujuh kali lebih banyak, namun jumlah tersebut masih jauh dari UMK Klaten tahun 2021 sebesar Rp2 juta. Dalam memenuhi kehidupan sehari-hari, Prabowo masih harus berutang ke tetangga untuk memenuhi kebutuhan keluarga, baik untuk makan atau pun untuk pendidikan ketiga anaknya. 

“Meski berat, kami harus tetap profesional menjadi guru. Guru adalah profesi mulia, karena ilmu yang disampaikan dapat mencetak generasi yang berguna bagi bangsa dan agama,” kata Prabowo kepada tim ACT Klaten saat menyerahkan bantuan biaya hidup untuk guru, Sabtu (11/9/2021). 

Selain di Klaten, bantuan biaya hidup untuk guru hari itu juga diberikan kepada delapan guru honorer SMP Islam Terpadu Baitul Anshor, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Selasa (07/09/2021). Adanya bantuan tersebut dapat membantu para guru honorer yang kesulitan. 

"Adanya program Sahabat Guru Indonesia  ini sangat bermanfaat bagi para guru. Ini membuat guru merasa dihargai dan menjadi semangat tersendiri bagi mereka,” ujar Rofi'i Kepala Sekolah SMP IT Baitul Anshor.

Sahabat Guru Indonesia merupakan program yang diprakarsai Global Zakat-ACT untuk membantu guru-guru honorer di Indonesia yang prasejahtera, terutama di tengah pandemi Covid-19 ini.[]