Mendukung Semangat Belajar dan Kemandirian Pesantren Nurul Amin Lewat Wakaf Al-Qur'an

Pondok Pesantren Nurul Amin di Dusun Sadong, Kabupaten Kubu Raya, memang dapat dikatakan terbatas dari segi fasilitas. Namun besar semangat belajar para santri, bahkan mereka berusaha sendiri untuk kebutuhan harian.

wakaf al-qur'an
Pembelajaran para santri saat ini berfokus kepada pengajian kitab kuning dan tahfiz Al-Qur’an. (ACTNews)

ACTNews, KUBU RAYA – Dari sebuah tanah wakaf seorang warga di Dusun Sadong, Desa Simpang Kanan, Kec. Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Pondok Pesantren Nurul Amin berdiri. Telah berjalan selama empat tahun, pondok pesantren ini kini mengasuh total 18 santri.

“Kami mendirikan pondok pesantren ini modal bismillah saja, Mas. Santri mondok di sini pun, tidak dipungut biaya. Mulai dari pendaftaran, makan dan perlengkapan lainnya,” terang Ustaz Abdul Bahri sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Amin kepada Tim Global Wakaf-ACT Kalimantan Barat pada Selasa (24/9/2021) lalu.

Kebutuhan makan akhirnya diusahakan sendiri oleh para penghuni pondok. Mereka semua aktif bercocok tanam, dan para santri sendiri yang kemudian mengolah hasil panen. Mulai dari singkong, pisang, serai, dan berbagai jenis sayuran lain memenuhi lahan pondok.

“Sebagian kami konsumsi, dan sebagian lagi dijual. Semua kami lakukan karena memang hingga saat ini kami berusaha untuk mandiri dalam memenuhi semua kebutuhan,” jelas Ustaz Abdul.


Sementara untuk pendidikan, para santri fokus kepada pengajian kitab kuning dan tahfiz Al-Qur’an. Tetapi saat ini fasilitas yang mereka miliki terbilang sederhana. Para santri belajar di dalam surau yang tanpa jendela dan pintu. Asrama mereka pun seadanya. “Tapi dengan fasilitas yang seadanya, insyaallah tidak menyurutkan semangat kami untuk belajar,” ungkap Ustaz Abdul.

Untuk mendukung sarana belajar para santri, Global Wakaf-ACT Kalimantan Barat mendistribusikan bantuan wakaf Al-Qur’an dari para dermawan. Ratusan mushaf Al-Qur’an baru akhirnya memenuhi tempat mereka belajar. Ustaz Abdul pun berterima kasih dengan adanya bantuan ini.

“Alhamdulillah, semoga menjadi amal jariyah untuk kita semua. Karena saat ini kami belajar menggunakan beberapa mushaf Al-Qur’an yang sudah koyak. Kami juga tidak mau membebani para santri untuk membeli mushaf sendiri, karena rata-rata santri disini dari keluarga yang latar belakang ekonominya prasejahtera,” kata Ustaz Abdul.

 Ustaz Abdul pun meminta doa dari para dermawan. Rencana ke depan, Pondok Pesantren Nurul Amin akan membangun kelas untuk para santri yang diharapkan dapat lebih memaksimalkan proses dan semangat belajar para santri. []