Mendukung Semangat Ustazah Nikma Mendidik Anak-anak

Meski dengan fasilitas yang minim, anak-anak tetap bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Bahkan kini ibu-ibu di sekitar juga ikut membuat pengajian. Tidak mau kalah sama anak-anaknya,” jelasnya.

ustazah nikma
Anak-anak sedang mengaji di saung. (ACTNews)

ACTNews, KENDARI – Saung itu berukuran 3x3 meter, bertiang dari kayu bekas, tanpa dinding, atapnya pun seng yang sudah karatan. Tempat itu digunakan Ustazah Nikma mengajar mengaji sejak tahun 2002. Saat itu, Ustazah Nikma merasa miris melihat anak-anak muda di kampung suaminya tersebut sering tawuran. Selain itu juga anak-anak SMP belum bisa mengaji. 

“Saat itu, anak-anak kurang mendapat pendidikan dan penyuluhan keagamaan,” kata Ustazah Nikma, Selasa (16/11/2021), saat ditemui tim ACT Sulawesi Selatan. 

Ustazah Nikma melanjutkan, tempat pengajian saat ini merupakan tempat darurat karena rumahnya sedang direnovasi. “Sejak 2017 baru 50 persen karena mandek kurang biaya,” kata ibu lima anak itu.

Anak-anak yang mengaji pun tidak dipungut biaya. Nikma menjelaskan, mayoritas berasal dari keluarga yang tidak mampu. Ia tidak tega jika harus mewajibkan para santri membayar iuran. Untuk kebutuhan sehari-hari, Nikma mengandalkan penghasilan suami sebagai tukang kayu.

“Meski dengan fasilitas yang minim, anak-anak tetap bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar. Bahkan kini ibu-ibu di sekitar juga ikut membuat pengajian. Tidak mau kalah sama anak-anaknya,” jelasnya.  


Suasana anak-anak mengaji di saung yang didirkan Ustazah Nikma. (ACTNews)

Untuk membantu perjuangan Ustazah Nikma, Global Zakat-ACT memberikan bantuan kehormatan. Bahkan Ustazah Sauri tidak menyangka ada dermawan yang memperhatikan guru mengaji di daerah. “Terima kasih, jarang ada orang yang mau ke pelosok untuk kasih bantuan,” pungkasnya.[]