Mendukung Usaha Belajar Para Santri di Pesantren Nur El Ibtihaj Lewat Sumur Wakaf

Meski belajar dalam kondisi sederhana, tetapi para santri tetap menikmati proses belajar di pesantren yang terletak di Kampung Sinangelet, Kabupaten Lebak ini.

bantuan sumur pesantren
Serah terima Sumur Wakaf dari Global Wakaf-ACT kepada pihak pesantren pada awal Maret lalu. (ACTNews)

ACTNews, LEBAK – Didorongkeinginannya untuk mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah ia miliki, Ustaz Asep Saepudin (35) akhirnya mendirikan Pondok Pesantren Nur El Ibtihaj di Kampung Sinangelet, Desa Sukaraja,  Kecamatan Warung Gunung, Kabupaten Lebak pada tahun 2016 lalu. Sehingga dapat tercipta individu-individu yang memiliki akhlakul karimah dari pondok ini.

Dibantu oleh beberapa kerabat, teman, dan warga sekitar, Ustaz Asep membuat bangunan sederhana. Kayu sebagai tiang, dan anyaman bambu jadi temboknya. “Meski sederhana, 66 orang santri sampai sekarang masih menikmati proses belajar di Pesantren Nur El Ibtihaj. Bahkan beberapa pengajar adalah alumni pondok ini,” Sukma Jayalaksana dari Tim Program Global Wakaf-ACT Banten.

Santri yang belajar di pondok, setiap bulan dikenakan biaya operasional sebesar Rp20 ribu. Tetapi ini pun sifatnya tidak wajib, melainkan bantuan karena banyak juga santri yang berasal dari kalangan prasejahtera. “Sekitar 90% santri memiliki latar belakang prasejahtera,” jelas Sukma.


Sehingga untuk kebutuhan operasional, biasanya datang dari usaha keras para pengurus pondok pesantren. Selain itu kerap juga ada donatur yang datang memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Termasuk ketika Global Wakaf-ACT datang memberikan amanah dermawan berupa Sumur Wakaf. Sumur tersebut selesai dibangun pada awal Maret lalu. “Sebab di Kampung Sinanglet, cukup rawan kekeringan. Pada musim kemarau, debit air dari sumur dangkal berkurang. Masyarakat, termasuk para santri, akhirnya bergantung  pada mata air yang kecil,” kata Sukma.

Selain itu lewat Sumur Wakaf, pondok pesantren mendapatkan fasilitas MCK yang lebih baik dari sebelumnya. “Kita berharap dengan adanya bantuan Sumur Wakaf ini, dapat mempermudah para santri dalam menuntut ilmu. Dan harapannya juga, sumur ini dapat bermanfaat juga bagi masyarakat luas di kala musim kemarau,” harap Sukma.

Ustaz Asep pun mengucapkan syukurnya dengan kehadiran Sumur Wakaf ini. “Sebelum adanya Sumur Wakaf ini, masyarakat dan santri sulit untuk melakukan kegiatan sehari-hari (yang membutuhkan air). Seperti mandi, mencuci, dan berwudu. Semenjak adanya Sumur Wakaf ini, aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan mudah,” terang Asep. []