Mendukung Ustaz Hamidi Menjadi Jembatan Ilmu Pengetahuan

Bagi Ustaz hamidi, menjadi guru mengaji di pesantren harus dijalani sepenuh hati. Karena guru adalah jembatan ilmu bagi para santri untuk bekal mengarungi kehidupan.

ustaz hamidi
Ustaz Hamidi saat menerima bantuan biaya hidup dari Global Zakat-ACT. (ACTNews)

ACTNews, ACEH TENGGARA – Guru menjadi salah satu jembatan para santri mengenal ilmu pengetahuan. Itulah keyakinan Ustaz Hamidi dalam menjalani profesinya sebagai tenaga pengajar di Pondok Pesantren Istiqamatuddin Muarif, Desa Kuta Buluh Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara.

Tidak tanggung-tanggung, Ustaz Hamidi juga tinggal di lingkungan pesantren. “Alhamdulillah pesantren sangat peduli. Pesantren mengizinkan saya menggunakan fasilitas sebagai tempat tinggal. Benar-benar memuliakan para guru di sini,” kata Ustaz Hamidi, Kamis (19/8/2021). 

Ustaz Hamidi mengaku, gaji guru di pesantren tempatnya mengajar tidak seberapa. Para santri tidak dipungut biaya. Gaji para guru bersumber dari para donatur.

Selain menjadi guru, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Ustaz Hamidi bekerja sebagai petani dan buruh tambak. Hasil bertani tidak menentu, karena harus dibagi dengan pemilik lahan. Sedangkan kerja di tambak sehari Rp75 ribu. 

“Sistem di kebun bagi hasil, 60 persen buat saya 40 persen buat yang punya lahan. Jadi tergantung hasil panennya. Untuk tambahan ikutan di tambak,” jelasnya. 

Untuk meringankan beban Ustaz Hamidi, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup, Kamis (19/8/2021).[]