Mendukung Ustaz Hasbulloh, Guru Madrasah bagi Anak-Anak Buruh Tani

Madrasah Sulaiman Al-Rasyid yang sederhana amat berharga bagi anak-anak muslim buruh penyadap karet dan petani di Portibi, perbatasan antara Sumatra Utara dan Riau. Di tempat inilah mereka belajar agama.

Ustaz Hasbulloh Panigoran
Ustaz Hasbulloh saat sedang mengajar siswa Madrasah Sulaiman Al-Rasyid. (ACTNews)

ACTNews, PADANG LAWAS UTARA – Dusun Partimbakoan, Desa Gunung Manaon, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara, Provinsi Sumatra Utara, berada di pinggir sungai Berombang dan berbatasan dengan Provinsi Riau di sisi timur. Akses jalan menuju Dusun tersebut masih sulit. 

Di desa tersebut, terdapat Madrasah Sulaiman Al-Rasyid dengan bangunan yang sederhana. Berdindingkan batu bata, jendela juga ditutup dengan anyaman kawat. Satu bangunan dibagi untuk dua ruang kelas dan disekat menggunakan triplek. 

Madrasah ini dibangun pada tahun 2020 oleh Ustaz Hasbulloh Panigoran. Ketiadaan tempat belajar agama dan kekhawatiran masa depan Islam di Partimbakoan, melatarbelakangi pendirian madrasah tersebut. 

“Bersama satu teman, akhirnya kita bertekad mendirikan madrasah ini. Meski bangunannya tidak bagus, tetapi ini satu-satunya tempat anak-anak dusun menimba ilmu agama,” kata Ustaz Hasbulloh saat ditemui tim ACT Labuhanbatu, Kamis (14/10/2021).

Siswa-siswa yang belajar di madrasah tersebut juga tidak diminta bayaran. Mereka membayar seikhlasnya karena kebanyakan orang tua mereka buruh tani atau penyadap karet yang penghasilannya tidak menentu. 

Untuk itu, di sisi lain, memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ustaz Hasbulloh bekerja sebagai buruh penyadap karet. Dalam seminggu, ia menerima bayaran sekitar Rp50-100 ribu. Bergantung banyak karet yang berhasil ia kumpulkan.

 

Bangunan Madrasah Sulaiman Al-Rasyid tampak depan. (ACTNews)

“Belum menikah, tanggungan hanya satu, Ibu. Karena (hasil sadap karet) tidak cukup, saya juga mencari ikan untuk dijual,” kata Ustaz Hasbulloh. 

Untuk mendukung perjuangan Ustaz Hasbulloh, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup. Diharapkan adanya bantuan tersebut dapat menguatkan perjuangan Ustaz Hasbulloh dalam mendidik generasi penerus Islam di pelosok.[]