Menebar Manfaat Sumur Wakaf, Menunjang Peribadatan

Per November ini, dari total 655 Sumur Wakaf yang dibangun, sebagian besar berlokasi di masjid atau musala, yakni sebanyak 218 unit. Sumur Wakaf Masjid hadir sebagai ikhtiar untuk mempermudah jemaah masjid untuk bersuci dan melangsungkan kegiatan keagamaan.

Proses pembangunan Sumur Wakaf di Masjid Jami Al-Hidayah, Kampung Ciendog. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Selain menunjang aktivitas harian masyarakat, Sumur Wakaf juga hadir untuk menunjang kegiatan keagamaan. Melalui program Sumur Wakaf Masjid, ratusan titik sumur hadir di ratusan masjid yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Dari total jumlah 655 lokasi Sumur Wakaf per November ini, yang paling banyak memang masjid dan musala. Sebanyak 218 masjid dan musala menjadi penerima manfaat sumur ini kemudian sisanya barulah untuk umum, keluarga, pesantren, sekolah, dan pertanian,” ungkap Wahyu Nur Alim dari Tim Global Wakaf – ACT pada Selasa (17/11) ini.

Masjid yang dipilih dalam program ini memang merupakan masjid yang kesulitan air bersih atau kesulitan akses karena jangkauan air bersih yang jauh. Seperti yang terjadi di Masjid Baiturrahman, Dusun Lembu. Bangunan masjid ini berdiri tanpa adanya MCK, melainkan hanya sebuah bak besar untuk menampung air.

“Semenjak masjid ini dibangun, masyarakat berwudu terlebih dahulu dari rumah masing-masing. Hal ini dikarenakan masjid tak punya sumur sendiri, bahkan tempat wudu berkeran saja tak ada dan harus mengambil dari bak yang tersedia. Sementara ini warga mengalirkan air ke dalam bak yang ada dengan selang yang panjangnya sekitar 200 meter melalui salah seorang rumah warga. Itu pun tidak setiap saat,” jelas Bobby Bagaskara dari Tim Program Global Wakaf - ACT Bangka Belitung.


Warga sedang memanfaatkan air dari Sumur Wakaf Masjid Baiturrahman yang baru saja rampung. (ACTNews)

Ashari, salah seorang warga, memang mengaku sebelumnya sangat kesulitan untuk mengambil air ketika ingin salat. “Sebelumnya kami ketika musim kemarau panjang pernah kami ikhtiar mengalirkan air dari kolong bekas tambang inkonvensional dengan bantuan pipa kecil dan mesin pompa air bertenaga kecil sejauh kurang lebih 300 meter dari arah dataran rendah, untuk kebutuhan jemaah Musala Baiturrahman mengambil air wudu untuk salat,” terangnya.

Satu unit Sumur Wakaf pun dibangun pada Agustus lalu, untuk mempermudah para Jemaah memperoleh air bersih. Hal ini menghadirkan syukur tersendiri untuk Ashari. “Alhamdulillah sekarang sudah tidak kesusahan lagi,” ucapnya. Ia pun berterima kasih kepada berbagai pihak yang telah menghadirkan Sumur Wakaf ini di Dusun Lembu.


Secara umum, Sumur Wakaf sendiri telah menebar manfaat kepada hampir 470 ribu jiwa, termasuk di antaranya adalah jemaah masjid dan warga di sekitarnya. Wahyu mengajak para dermawan untuk semakin meluaskan manfaat Sumur Wakaf Masjid kepada daerah-daerah yang rentan akan kebutuhan air bersih.

“Masih banyak lagi masjid yang menunggu uluran tangan kita dalam memenuhi kebutuhan air bersihnya. Oleh karenanya, kami mengajak kepada para dermawan untuk menyalurkan amanah itu melalui program Sumur Wakaf Masjid. Wakaf terbaik dari para dermawan dapat disalurkan melalui Indonesia Dermawan atau transfer langsung melalui rekening BNI Syariah di nomor 7080 940 208 atas nama Yayasan Global Wakaf,” pungkas Wahyu. []