Menebarkan Optimisme "Bangkit Bangsaku" di Sumbar

Meluncurkan gerakan "Bangkit Bangsaku", ACT Sumatra Barat berikhtiar menebar semangat optimisme dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Peluncuran gerakan "Bangkit Bangsaku" digelar di Kupi Batigo, Padang, Kamis (8/10). (ACTNews/Iqbal Lupi Maulana)

ACTNews, PADANG - Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatra Barat meluncurkan gerakan “Bangkit Bangsaku” guna menebar semangat optimisme di kala mengatasi ancaman resesi dan kemiskinan di masa pandemi Covid-19. Acara ini diselenggarakan pada Kamis (8/10) di Kupi Batigo, Padang.

Zeng Welf selaku Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatra Barat mengatakan, pandemi yang menjalar lebih dari 6 bulan ini telah melumpuhkan berbagai sektor kehidupan di Indonesia, utamanya sektor kesehatan dan ekonomi. “Pandemi ini adalah ujian. Dari perekonomian banyak yang terdampak. Banyak karyawan swasta yang di-PHK. Lalu pedagang kaki lima dan asongan di sekitar lingkungan sekolah yang terpaksa berhenti karena sekolah diliburkan," terang Zeng.

Ia menambahkan, bangsa Indonesia butuh disemangati sebuah gerakan, penyadaran terhadap berbagai permasalahan, pembuka jalan solusi dan implementasi nyata, serta penjaga optimisme tetap menyala. Seluruh aksi ini membutuhkan kolaborasi besar berbagai elemen masyarakat. Semua anak bangsa diundang kontribusinya, menyiarkan semangat dan ide untuk bangkitkan bangsa. 

“ACT Sumatra Barat berikhtiar untuk menggerakkan solidaritas anak bangsa di tengah keterpurukan ini. Kami menggandeng individu, komunitas, masjid, institusi pemerintahan, hingga perusahaan untuk saling menguatkan saudara sebangsa. Pengusaha dapat menggerakkan pintu rezeki dengan sedekah dan wakaf. Mari kita bersatu, kedermawanan bangsa adalah titik temu kita dan solusi mengatasi permasalahan saat pandemi ini,” imbuh Zeng.

Gerakan ini mendapat tanggapan baik dari kalangan pengusaha. Pemilik Cafe Kupi Batigo Padang, Yolfiadi, mendukung gerakan ini, meski ia mengakui usahanya terdampak akibat pandemi. "Saya berusaha bangkit dengan berbagai inovasi dalam berusaha, dan menggunakan platfom digital dalam mempromosikan usaha," katanya.

Ia juga menyebutkan, masih menyisihkan sebagian pendapatannya untuk berbagi kepada sesama.

Sedangkan Ustaz Abi Saimah menambahkan, pandemi ini adalah ujian. Namun jangan putus asa, masih ada energi langit yang akan menolong bila manusia yakin dan selalu mendekatkan diri kepada Allah.

"Memang perekonomian banyak yang terdampak, namun bagi yang punya kelebihan, inilah cara Tuhan memanggil kita untuk berbagi ke yang lain, apalagi pada mereka yang mulai tumbuh dan bangkit," pesannya. []