Menengok Pembuatan Kapal Kayu untuk Nelayan Pandeglang

Menengok Pembuatan Kapal Kayu untuk Nelayan Pandeglang

Menengok Pembuatan Kapal Kayu untuk Nelayan Pandeglang' photo

ACTNews, PANDEGLANG – Pemulihan ekonomi masyarakat nelayan terdampak tsunami Selat Sunda terus berlanjut. Setelah menyelesaikan enam perahu fiber, kini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus menyelesaikan pembuatan kapal dengan bahan kayu. Kapal berjenis 5 GT itu akan diberikan kepada warga terdampak di Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang.

Pengerjaan kapal ini sudah dilakukan sejak akhir Januari lalu. Relawan konstruksi serta nelayan setempat ikut membantu pemasangan gading serta kerangka lain dari kapal. Mohammad Jakfar dari tim ACT menargetkan, kapal untuk bantuan ini lebih kurang selesai dalam waktu satu setengah bulan ke depan. “Saat ini sudah selesai 45 persen,” ungkapnya, Jumat (1/3).

Kapal dengan bahan kayu untuk bantuan ini dipilih karena kapasitasnya jauh lebih besar dibandingkan perahu yang juga ACT buat untuk nelayan di Desa Bulakan, Serang. Selain itu, pembuatan kapal kayu juga melihat kebiasaan warga Desa Teluk yang melaut dengan kapal ukuran besar agar pengelolaan kapal bisa melibatkan banyak keluarga.

Jakfar menambahkan, nantinya kapal ukuran 5 GT ini akan dikelola oleh delapan orang. Mereka merupakan perwakilan dari masing-masing kepala keluarga. “Kapal ini akan menghidupi delapan kepala keluarga,” tambahnya.

Sebagai pengingat, ketika tsunami Selat Sunda menghantam akhir Desember 2018 lalu, hampir 400 kapal milik nelayan Desa Teluk mengalami kerusakan. Tak sedikit kapal mereka karam di muara Sungai Cipunten Agung yang bermuara di desa yang masuk wilayah Kecamatan Labuan, Padeglang itu.

Dampak dari rusaknya ratusan kapal nelayan di Desa Teluk itu ialah berhentinya perekonomian nelayan. Sebagian nelayan menganggur selama kapal mereka diperbaiki. Pasokan ikan di Pasar Labuan juga berkurang sehingga pedangang memasok ikan dari luar Pandeglang yang memakan biaya lebih mahal.

Pada Selasa (1/1), banjir besar juga terjadi di Desa Teluk. Penyebabnya sama, ratusan kapal rusak dan karam yang menghalangi arus sungai. Paling tidak tiga desa terdampak banjir setinggi atap rumah. Aliran listrik mati total dalam beberapa hari. Selain itu, jalan utama penghubung Labuan-Panimbang serta Pasar Labuan lumpuh total. []

Bagikan

Terpopuler