Mengabdi 30 Tahun, Gaji Sholihin Rp500 Ribu per Bulan

“Karena dengan ilmu, manusia bisa membedakan yang benar dan yang salah. Perbuatan yang dilakukan dan ucapan yang dilntarkan, bisa dipikirkan terlebih dahulu, itu perbuatan baik atau bukan, perkataan yang menyakitkan atau bukan,” kata Sholihin menceritakan alasannya semangat mengajar kepada tim ACT Sukabumi.

sholihin guru honorer
Suasana kelas dan Sholihin saat menerima bantuan biaya hidup dari Global Zakat-ACT. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN SUKABUMI – Sholihin sudah mengajar di sekolah menengah pertama berbasis Islam, Desa Cibatu, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi selama 30 tahun. Di usia yang sudah 65 tahun, Sholihin tetap bersemangat mengajar meski gaji yang diterima pas-pasan, Rp 500 ribu per bulan.

Guru yang biasa dipanggil Apih Akung ini menjadi salah satu guru paling tua yang masih aktif. “Karena dengan ilmu, manusia bisa membedakan yang benar dan yang salah. Perbuatan yang dilakukan dan ucapan yang dilntarkan, bisa dipikirkan terlebih dahulu, itu perbuatan baik atau bukan, perkataan yang menyakitkan atau bukan,” kata Sholihin menceritakan alasannya semangat mengajar kepada tim ACT Sukabumi, Senin (6/9/2021).

Dani Firdaus dari tim ACT Kabupaten Sukabumi mengatakan, sebagai guru honorer, Sholihin konsisten mengajar. Meski gajinya jauh dari upah minimum kabupaten Sukabumi, dia tidak mempermasalahkannya. Baginya rezeki tidak hanya dari gaji. Di satu sisi, Sholihin juga menjadi petani.

“Kesehatan juga rezeki. Bahkan anaknya, mendapat beasiswa kuliah di salah satu perguruan tinggi ternama di Indonesia Universitas Gadjah Mada,” kata Dani setelah menyerahkan bantuan biaya hidup untuk Sholihin.[]