Mengajar, Tumpuan Siti untuk Nafkahi Keluarga

Program Sahabat Guru Indonesia terus berlanjut. Kali ini, guru bergaji rendah di Madiun yang mendapatkan apresiasi ini. Salah satunya adalah Siti Zainab.

Siti Zainab (kiri) menerima bantuan biaya hidup dari program Sahabat Guru Indonesia. (ACTNews)

ACTNews, MADIUN Menjadi guru merupakan pilihan bagi Siti Zainab, tenaga pengajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Permata Bunda, Pucangrejo, Madiun. Sudah bertahun-tahun Siti mengabdikan dirinya menjadi guru. Pekerjaan ini juga menjadi tumpuan perekonomian keluarganya setelah sang suami mengalami kecelakaan dan tak lagi dapat bekerja berat.

Suami Siti kini bekerja sebagai tukang parkir. Penghasilannya tak begitu besar, sama seperti Siti yang menjadi guru. Walau begitu, mereka tetap mensyukuri rezeki yang diterimanya. “Tidak tentu tiap hari pulang bawa uang, yang penting keluarga kami sehat semua,” ungkap Siti.

Untuk menambah pemasukan ekonomi keluarganya, selain mengajar di PAUD, Siti juga meluangkan waktu untuk mengajar les dan pengajian untuk anak-anak di sekitar rumahnya. Menjadi guru pengganti di sekolah lain juga Siti lakukan demi perekonomian keluarganya tercukupi.

Pada Januari lalu, Global Zakat - ACT Madiun berkesempatan bertemu dengan Siti. Pertemuan itu selain menjalin silaturahmi, Global Zakat juga memberikan bantuan biaya hidup bagi Siti melalui program Sahabat Guru Indonesia.

Aferu Fajar dari Tim Program Global Zakat - ACT Madiun mengatakan, penyerahan biaya hidup ini merupakan apresiasi dari ACT untuk Siti yang telah mengabdikan dirinya bertahun-tahun di bidang pendidikan di tengah keterbatasan.

“Sampai saat ini sudah 10 guru honorer di Madiun dengan gaji rendah yang mendapatkan biaya hidup dari program Sahabat Guru Indonesia,” jelas Aferu, Kamis (27/2).

Selain Siti, di Januari lalu Global Zakat - ACT Madiun juga memberikan beaguru Ahmad Rofi’i, guru madrasah di Jiwan, Madiun. Rofi’i merupakan guru yang mendirikan madrasah diniyah untuk anak-anak di sekitar rumahnya. Cara ini dilakukannya agar anak-anak mendapatkan pendidikan agama tak hanya dari lingkungan sekolah formalnya saja.[]