Mengaji Alihkan Trauma Anak-anak Penyintas Tsunami

Mengaji Alihkan Trauma Anak-anak Penyintas Tsunami

Mengaji Alihkan Trauma Anak-anak Penyintas Tsunami' photo

ACTNews, LAMPUNG SELATAN – Sudah tiga malam selepas maghrib Posko Wilayah Aksi Cepat Tanggap (ACT) Desa Sukaraja, Palas, Lampung Selatan didatangi sejumlah anak-anak. Dari jauh, mereka berjalan ke arah posko lengkap dengan mushaf di tangan. Mereka datang dengan wajah ceria, terlebih saat berjumpa dengan para relawan ACT.

Senin (22/1) malam, anak-anak belajar mengaji bersama salah seorang relawan dari Sumatera Selatan, Masagus M Supriadi. Masagus adalah seorang mahasiswa yang aktif sebagai Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sumatera Selatan.

Pengajian anak-anak di Posko Act bermula dari ajakan Masagus. Awalnya, ia mengajak tiga orang anak yang rumahnya tidak jauh dari posko. Lama kelamaan, setiap malam anak-anak yang ikut bergabung terus bertambah.

"Awalnya hanya ada beberapa anak yang mengaji. Kemudian setiap malam anak-anak yang ikut semakin banyak. Alhamdulillah mereka begitu antusias,” cerita Masagus.

Mahasiswa UIN Raden Fatah semester lima itu mengatakan, sebenarnya anak-anak masih dirundung trauma. Bahkan, sejumlah orang tua mengantarkan langsung anak-anaknya ke posko ACT. Mereka berharap anak-anaknya memiliki kegiatan yang mengalihkan trauma. “Mengaji menjadi kegiatan positif yang melatih mereka membaca Al Quran dengan baik," lanjut Masagus.

Salah seorang anak, Cindy, mengaku senang belajar mengaji dengan para relawan ACT. "Para relawan ramah dan baik. Mereka suka memberi hadiah sambil main tebak-tebakan," cerita Cindy.

Pengajian Senin (21/1) malam itu menjadi istimewa. Anak-anak lebih bersemangat karena para relawan membawa hadiah sebagai apresiasi atas antusias mereka. Para relawan Posko Wilayah ACT Desa Sukaraja juga memberi hadiah berupa mukena, sarung, dan kitab Iqro.

Komandan Posko Wilayah Sukaraja Gelar, mengaku bangga dengan anak-anak Desa Sukaraja. Ia salut dengan semangat anak-anak dalam belajar agama dikala masih memiliki trauma. “Semoga akan bertambah terus anggotanya di setiap pengajian. Baik anak-anak, maupun relawan dapat selalu mendekatkan diri kepada Sang Pencipta," harap Gelar.

Anak-anak itu merupakan penyintas tsunami yang menerjang pesisir Lampung Selatan 22 Desember lalu. Beberapa dari mereka kehilangan rumah hingga mereka dan keluarganya menetap di rumah sanak saudara. []

Tag

Belum ada tag sama sekali

Bagikan