Mengalirkan Maslahat Air Bersih untuk Santri di Desa Waled Asem

Desa Waled Asem, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, merupakan desa yang sering mengalami kekeringan. Sementara jika kekeringan mereka harus mengakses air yang ada di sungai. Hal ini tentu menyulitkan bagi para santri Pondok Pesantren Baitul Mukhlisin yang mesti fokus menuntut ilmu.

Mengalirkan Maslahat Air Bersih untuk Santri di Desa Waled Asem' photo
Para santri berfoto bersama perwakilan pondok pesantren dan Global Wakaf - ACT. (ACTNews)

ACTNews, CIREBON Pondok Pesantren Baitul Mukhlisin pertama kali dibangun di Blok Asem Kulon RT 02 RW 01 Desa Waled Asem, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon pada 2020 ini. Namun begitu, pesantren ini langsung diminati masyarakat sekitar. Di tahun pertamanya, santri di Pondok Pesantren Baitul Mukhlisin sudah mencapai 105 orang.

“Dari TK sampai SMA, hanya ada 4 institusi pendidikan di Desa Waled Asem. Sementara hanya ada 2 institusi pendidikan agama, yakni sebuah madrasah dan Pondok Pesantren Baitul Mukhlisin,” ungkap Muhammad A Tawwaba dari Tim Program ACT Cirebon.

Sementara Desa Waled Asem sendiri merupakan desa yang sering mengalami kekeringan. Sementara jika kekeringan mereka harus mengakses air yang ada di sungai. Hal ini tentu menyulitkan bagi para santri yang mesti fokus menuntut ilmu.

“Karena lokasi tersebut sering mengalami musim kekeringan, sehingga dapat mengahambat kegiatan peribadatan dan kebutuhan masyarakat di sekitar lingkungan pondok. Kebermanfaatan sumber air juga begitu tinggi di sana, karena berada di tengah-tengah masyarakat,” jelas Tawwaba.


Syukuran warga dan santri sambut Sumur Wakaf. (ACTNews)

Karena itu, Global Wakaf – ACT membangun satu unit Sumur Wakaf amanah dari para dermawan di Pondok Pesantren Baitul Mukhlisin. “Pembangunan sumur diharapakan dapat memberikan sumber air baru bagi santri dan sekitar 100 orang yang bermukim di sekitar lingkungan pesantren,” tutur Tawwaba, menjelaskan sumur yang rampug pada Rabu (12/11) itu.

Susyawan merasakan kebahagiaan itu. Warga yang tinggal di lingkungan sekitar pondok pesantren ini berterima kasih dengan hadirnya Sumur Wakaf. “Manfaat adanya Sumur Wakaf tidak hanya untuk pesantren saja, warga sekitar juga ikut merasakan manfaatnya. Apalagi yang mengalami kekeringan, warga sekitar jadi bisa mengambil air dari pesantren untuk memenuhi kebutuhannya,” ujarnya.


Selain Pondok Pesantren Baitul Mukhlisin, masih banyak lagi pondok pesantren dan institusi pendidikan lainnya yang membutuhkan bantuan dari para dermawan baik persoalan air, maupun persoalan lainnya. Oleh karenanya, Tawwaba mengajak masyarakat untuk terus mendukung aksi-aksi dari Global Wakaf – ACT dalam membersamai para santri.

“Kami mengajak para dermawan untuk ikut serta dalam gerakkan kebaikan yang kami jalankan melalui program-program kami. Untuk Sumur Wakaf misalnya, bisa melalui laman Indonesia Dermawan, atau melalui rekening BNI Syariah di nomor 6600 000 685 atas nama Yayasan Global Wakaf,” ajak Tawwaba. []