Mengantar Bantuan Sampai ke Tangan yang Membutuhkan

Setelah menelepon Humanity Careline ACT, paket bantuan akan dikirimkan menggunakan jasa ojek daring. Salah satu ojek daring yang sempat mengantar paket tersebut adalah Teguh. Ia datang ke rumah-rumah penerima manfaat yang berada di sekitaran Jakarta Pusat pada Senin (20/4).

Teguh sedang mengantar beras di salah satu gang. (ACTNews/Yudha Hadisana)

ACTNews, JAKARTA – Sesampainya di Komando Distrik Militer (Kodim) 0501, Kemayoran, Jakarta Pusat, Teguh langsung mengatur beberapa paket beras yang telah disiapkan oleh tim Aksi Cepat Tanggap (ACT). Teguh mendapatkan pesanan untuk mengantar paket-paket beras dari program Humanity Careline ini ke 5 titik yang telah tersebar di sekitaran area Jakarta Pusat.

Teguh mengatakan baru sekali ini mendapatkan pesanan dari Tim Humanity Careline ACT. Ia awalnya agak kaget karena biasanya hanya mengantar pesanan ke satu titik saja, tiba-tiba mesti turun ke 5 titik sekaligus.


“Kagetnya lagi saya dapat kantong banyak, saya pikir 5 kantong seperti ini saya bawa (sebanyak 5 kali). Ternyata tidak, 5 kantong saya bawa sekaligus di 5 titik. Hari ini saya bawa (sesuai alamat) ke Karet, Pasar Baru Barat, Pasar Baru Timur, Bendungan Hilir, dan Pejompongan,” jelas Teguh.

Beberapa kali Teguh sempat mengalami kendala. Seperti gang-gang jalan yang sempat beberapa kali tutup karena warga kini waspada terhadap virus corona. Teguh menunggu beberapa saat di depan gang jalan sampai penerima manfaat sendiri yang keluar dari gangnya untuk mengambil pesanan.

“Ya, kadang memang beginilah keadaannya. Tidak sesuai titiknya (pemesanan), tapi kita jalani saja,” kata Teguh menunggu pemesan keluar dari gangnya di sebuah daerah di Karet.


Teguh bertemu dengan Apriyanto, salah satu penerima manfaat yang juga bekerja sebagai pengemudi ojek daring. (ACTNews/Reza Mardhani)

Ia juga sempat bertemu dengan pengendara ojek daring yang juga memesan beras dari Humanity Careline. Teguh senang dengan hadirnya program ini karena selain ia mendapatkan ongkos dari perjalanan, ia juga bisa membantu sesama.

“Saya sangat mendukung juga dengan adanya program seperti ini. Bisa membantu masyarakat yang sedang membutuhkan apalagi kondisinya sekarang sedang Covid-19. Sangat membantu sekali,” kata Teguh.

Hal tersebut diakui oleh Apriyanto, salah satu penerima manfaat yang juga bekerja sebagai pengemudi ojek daring. Menurutnya saat ini, terutama dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menjadikan kesulitan tersendiri bagi para pekerja harian termasuk dirinya.

“Beda seperti sebelumnya. Berkurangnya bisa lebih dari 50%. Biasanya bisa mengantongi Rp 300 ribu, sekarang untuk dapat Rp 100 ribu saja susah. Bagus program ini, dilanjut saja karena membantu sekali buat yang membutuhkan,” kata Apriyanto.

Pengantaran pertama Humanity Careline yang dilakukan Teguh berakhir di Pejompongan. Ia sempat berbincang-bincang sedikit dengan penerima manfaat lainnya tentang program ini. Baru mengetahui program ini pertama kalinya, Teguh mengatakan ia akan memberitahu tetangga-tetangganya yang lain yang juga membutuhkan.

“Nanti saya akan kasih nomor teleponnya Humanity Careline ini ke tetangga-tetangga saya. Karena masih banyak juga yang butuh. Siapa tahu mereka bisa dibantu juga, apalagi karena kondisinya sedang sulit seperti sekarang,” ucapnya. []