Mengantar Berkah Iduladha untuk Penyintas Tsunami Lampung

Global Qurban - ACT pada 2019 lalu datang menengok kondisi para pengungsi di Desa Waymuli Induk, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan. Kedatangan tim Global Qurban - ACT yang membawa amanah kurban para dermawan ini, mempererat lagi kebersamaan mereka setelah diterjang tsunami pada 2018 lalu.

Mengantar Berkah Iduladha untuk Penyintas Tsunami Lampung' photo
Suasana Syukuran Qurban di Desa Waymuli Induk. (ACTNews/Maulana Malik Ibrahim)

ACTNews, LAMPUNG SELATAN – Status sebagai penyintas bencana tsunami yang terjadi pada Desember 2018 lalu tidak menyurutkan semangat warga Desa Waymuli Induk, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, untuk merayakan Iduladha tahun 2019 dengan khidmat. Sejak malam Iduladha (10/8/2019), warga desa berkumpul di musala sekitar untuk menyenandungkan takbir dan tahmid.

Di kompleks hunian sementara di Dusun IV, para lelaki berkumpul dalam satu majelis dan membaca surat Yasin serta doa-doa tahlil. “Majelis ini diadakan bukan karena adanya orang yang baru saja meninggal, akan tetapi majelis ini adalah bentuk tasyakuran yang diadakan oleh warga desa,” papar Ida, warga lokal yang telah menjadi relawan ACT sejak bencana tsunami akhir Desember lalu.

Pada tahun 2019 lalu, kedermawanan masyarakat Indonesia melalui Global Qurban - ACT mengetuk pintu rumah mereka. Tiga ekor kambing serta seekor sapi dikirimkan untuk warga desa Waymuli Induk, tepatnya untuk penghuni hunian sementara di Dusun IV, Desa Waymuli Induk, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Ahad (11/8/2019) pukul 13:35 WIB, hewan-hewan kurban ini disembelih dan dibagikan dagingnya untuk para penerima manfaat. “Penerima manfaatnya terdiri dari 48 KK di Desa Waymuli yang menghuni hunian sementara, serta 5 keluarga di Family Shelter ACT,” papar Dinia Rumaini, akrab disapa Adin, dari Tim Kemitraan Global Qurban - ACT Lampung kala itu.


Salah satu keluarga di depan hunian sementara. (ACTNews/Maulana Malik Ibrahim)

Adin menambahkan, Desa Waymuli Induk dipilih menjadi sasaran distribusi kurban karena merupakan salah satu desa terdampak tsunami. Selain itu, desa tersebut juga merupakan tempat pertama berdirinya posko kemanusiaan ACT untuk bencana tsunami Selat Sunda. 

Antusiasme tampak dari wajah warga dusun yang ikut terlibat dalam pemotongan dan pendistribusian hewan kurban ini. Para lelaki sibuk menyembelih hewan kurban dan mencacah dagingnya. Sementara itu, para wanita di desa Waymuli Induk sibuk mempersiapkan tungku kayu bakar yang dibuat dari tumpukan batu bata.


Kehangatan Syukuran Qurban

Selain didistribusikan untuk penerima manfaat, sebagian daging kurban dimasak untuk disantap warga Desa Waymuli Induk secara bersama-sama dalam acara Syukuran Qurban yang diadakan pada Senin (12/8/2019) besoknya. Kesibukan sudah terlihat sejak pagi di Dusun 4, Desa Waymuli Induk, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, demi mempersiapkan acara ini.

Di sebuah dapur luar ruangan, para ibu berkumpul memenuhi area tungku-tungku batu bata dengan bahan bakar kayu. Di atas tungku-tungku yang berasap ini, terdapat panci, baskom, serta wajan yang menggelegak.


Proses memasak makanan menjelang Syukuran Kurban di Desa Waymuli Induk. (ACTNews/Maulana Malik Ibrahim)

Dengan lihai, kaum ibu mengolah daging kurban dengan varian bumbu dan lauk tambahan. Ada menggoreng potongan-potongan daging berwarna kecokelatan. Ada pula yang mengaduk-aduk panci berisi potongan-potongan tetelan dan tulang serta sayuran segar. Sesekali mereka juga sibuk mengaduk-aduk sebuah periuk nasi yang isinya hampir matang.

“Daging kambingnya dibuat sate goreng dan dimasak menggunakan bumbu kacang. Tetelan dan tulang kambingnya akan dimasak menjadi sayur sop,” tutur Asliha, seorang ibu yang terlibat dalam proses memasak.

Sementara itu, para bapak juga tak mau kalah. Bahkan sehari sebelumnya, mereka sudah sibuk memasang kanopi untuk acara ini. Tak lupa, alas duduk dari terpal pun digelar di jalanan dusun yang terbuat dari coran semen ini.

Satu per satu penduduk desa berdatangan dan acara pun dimulai. Dalam acara Syukuran Qurban tersebut, Kepala Desa Waymuli Rohaidi S.Pd.I menyampaikan sambutan mengenai pentingnya memelihara persatuan dan persaudaraan.


“Kita tingkatkan kekeluargaan, kebersamaan, dan gotong-royong. Jadi tidak ada perbedaan baik yang tinggal di kampung bagian atas maupun kampung bagian bawah. Allah memberi cobaan kepada kita, tentu ada hikmah di balik semua itu,” tutur Rohaidi.

Setelah sambutan dari kepala desa, hidangan-hidangan yang telah dimasak sebelumnya lantas disajikan kepada para warga di atas alas daun pisang. Lelaki, wanita, dan anak-anak terlihat sangat menikmati hidangan nasi, sate goreng, dan sayur sop kambing tersebut. Tidak jarang mereka saling bercengkerama dan bercanda di sela kegiatan makan bersama yang dikenal dalam Bahasa Sunda, bahasa yang digunakan oleh sebagian besar penduduk Waymuli, sebagai bebancakan.

Kegiatan hari itu tidak dapat terlaksana tanpa bantuan dari warga desa penghuni kompleks hunian sementara di Dusun 4, Desa Waymuli. “Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerja sama dari bapak dan ibu semua. Kami hanya sebagai perantara. Ada yang berkurban, kami yang menyampaikan, sedangkan bapak ibu semua yang mempersiapkan Syukuran Qurban, yang memasak, dan lain sebagainya,” papar Adin.

Amanah yang telah disampaikan oleh Global Qurban - ACT dari para dermawan telah memperkuat solidaritas di antara para penyintas tsunami di Desa Waymuli Induk melalui Syukuran Qurban yang dirasakan berkahnya oleh warga desa. []


Bagikan