Mengantarkan Al-Qur’an Wakaf Kepada Penyintas Bencana Anak di Huntara Pasir Eurih

Fasilitas yang terbatas pascabencana banjir dan longsor pasa tahun 2020 lalu, tak mematahkan semangat puluhan anak di huntara Pasir Eurih, Desa Cileuksa, Kabupaten Bogor untuk menuntut ilmu agama. Mereka tetap giat mengaji walau dengan mushaf yang seadanya.

bantuan al-qur'an
Bermodalkan sebuah ruangan huntara 4x3 meter dan beratapkan seng, majelis tersebut kini mendidik sebanyak 61 penyintas anak-anak yang tinggal di huntara. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BOGOR – Banjir dan longsor pada awal tahun 2020 silam, melumpuhkan berbagai kegiatan di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Termasuk salah satunya adalah pengajian anak-anak. Di awal bencana terjadi, Ustaz Encep, salah satu pendidik agama di Desa Cileuksa, merasa prihatin karena sebelum bencana, anak-anak begitu semangat mengaji.

Karena hal itulah ia mendirikan Majelis Yatim dan Duafa Al Basri di Hunian Sementara (Huntara) Pasir Eurih. Bermodalkan sebuah ruangan huntara 4x3 meter dan beratapkan seng, majelis tersebut kini mendidik sebanyak 61 penyintas anak-anak yang tinggal di huntara.

“Pengajian di sini dibagi menjadi dua sesi. Sesi yang pertama kita laksanakan bada asar, kemudian yang kedua bada magrib,” jelas Ustaz Encep ketika ditemui Tim Global Wakaf-ACT Kabupaten Bogor pada Ahad (12/9/2021) lalu.

Tetapi tentu fasilitas yang mereka miliki di huntara, tidak sebanyak majelis-majelis lain. Mereka hanya memiliki empat buku iqra, serta tujuh Al-Qur’an. Itupun kondisinya sudah kurang baik. Anak-anak menggunakan mushaf-mushaf ini secara bergantian.


Ustaz Encep (kanan) menjalankan majelis Yatim dan Duafa Al Basri, sebab keprihatinannya melihat aktivitas mengaji anak-anak yang berhenti pascabencana. (ACTNews)

Anak-anak di majelis juga tidak dipungut biaya ketika belajar. Karena itu, terkadang Ustaz Encep harus membiayai fasilitas majelis ini dari kocek sendiri. Seperti halnya dalam memenuhi biaya listrik, Ustaz Encep membayarnya dari hasil pekerjaannya sebagai petani.

Satu kali Ustaz Encep bertanya mengenai bantuan Al-Qur’an kepada Tim Global Wakaf-ACT. Global Wakaf-ACT pun langsung mendukung perjuangan Ustaz Encep ini dengan memberikan puluhan mushaf untuk Majelis Al Basri.


“Alhamdulillah, Global Wakaf-ACT sungguh cepat membantu. Baru pekan lalu saya nanya ada Al-Qur'an atau enggak, eh sekarang sudah dikirim. Semoga Al-Qur'an yang diberikan menjadi aliran pahala, dan setiap ayat yang dibacakan menjadikan penggugur dosa untuk para donator serta para relawan semua,” ucap Ustaz Encep.

Global Wakaf-ACT memang telah membersamai para penyintas di Desa Cileuksa sejak bencana terjadi di awal tahun 2020 lalu hingga saat ini. Selain memberikan Al-Qur’an Wakaf, Global Wakaf-ACT juga kerap mendistribusikan Beras Wakaf, Air Minum Wakaf, serta paket-paket bantuan lainnya. Harapannya, bantuan ini dapat menjaga kebutuhan warga di huntara juga mempercepat pemulihan mereka. []