Mengantarkan Bantuan ke Kamp Padat Penyintas di Gaza

ACT mendistribusikan ratusan bantuan pangan melalui program Indonesia Humanitarian Center (IHC) ke Kamp Alnussirate, bagian tengah Jalur Gaza pada Selasa (16/6) lalu. Penyintas Kamp Alnussirate sendiri tinggal dalam lingkungan yang padat dengan segala permasalahannya.

Mengantarkan Bantuan ke Kamp Padat Penyintas di Gaza' photo
Relawan ACT berjalan di tengah Kamp Alnussirate, hendak mengantarkan paket pangan. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Masyarakat di Kamp Alnussirate yang berada di pertengahan jalur Gaza mengembangkan senyum mereka menyambut paket pangan yang tiba. Ratusan paket pangan sampai pada Selasa (16/6) lalu.

“Alhamdulillah, kita telah mendistribusikan ratusan paket pangan kepada para penyintas krisis kemanusiaan di wilayah tengah Gaza, yakni di Alnussirate, melalui program Indonesian Humanitarian Center (IHC),” kata Said Al Mukakffiy dari Tim Global Humanity Response (GHR) – ACT.

Kepadatan dan kurangnya ruang hidup menjadi ciri Kamp Alnussirate. Tempat penampungan untuk 80,194 orang ini dibangun dengan rapat dan kurangnya ruang rekreasi dan sosial. Demikian jika menilik situs resmi Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA).

Dalam banyak kasus, penghuni membangun tingkat tambahan di penampungan mereka guna mengakomodasi keluarga. Tetapi, tingkat-tingkat yang mereka bangun ini dapat dikatakan tidak layak huni. Kondisi ini juga terlihat di kamp-kamp pengungsi lainnya, situasi air di Kamp Alnussirate juga mengkhawatirkan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.


Seorang anak memegang paket dari ACT melalui Program IHC. (ACTNews)

Blokade di Gaza, yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, juga telah membuat hidup semakin sulit bagi hampir semua pengungsi di kamp. Dari sekian banyak populasi manusia di Kamp Alnussirate, hanya sedikit keluarga yang dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Mayoritas bergantung pada bantuan makanan dan uang tunai. Ini ditandai dengan jumlah pengangguran dan kemiskinan yang tinggi. Merekalah yang kemudian ditargetkan ACT dalam distribusi bantuan pangan ini.

“Dalam distribusi bantuan paket pangan kali ini, kita menargetkan keluarga prasejahtera, keluarga para nelayan, dan kepada penyandang disabilitas. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat untuk mendukung perjuangan serta hidup mereka,” harap Said.


Kepadatan penduduk di Kamp Alnussirate juga sempat menimbulkan masalah lain, ketika api membakar salah satu toko roti di sana. Dilansir dari ANTARA, sedikitnya 10 orang, termasuk enam anak, tewas pada Kamis (5/3), demikian pejabat kesehatan setempat menuturkan.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sekitar 60 orang lainnya terluka dalam kebakaran tersebut dan 14 di antaranya dalam kondisi kritis. Saksi menuturkan mereka mendengar ledakan yang berasal dari toko roti di Kamp Alnussirate sebelum api menghanguskan toko roti tersebut dan merembet dengan cepat ke toko, pabrik, dan parkiran mobil di dekatnya di sepanjang jalan. []


Bagikan