Mengantarkan Beras untuk Santri Prasejahtera di Balikpapan

Bekerja sama dengan para relawan dari Gerakan Infak Beras (GIB) dan PASKAS Pasukan Amal Shalih (PASKAS), ACT Kalimantan Timur menyalurkan bantuan satu ton beras untuk Pondok Pesantren Ahlussuffah. Pondok pesantren tahfiz salafiyah ini mendidik anak-anak prasejahtera dan menerapkan subsidi silang dalam memenuhi kebutuhan santri.

Serah terima beras dengan para santri Pondok Pesantren Ahlussuffah. (ACTNews/Tri Widi)

ACTNews, BALIKPAPAN – Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengimplementasikan program Beras Untuk Santri Indonesia (BERISI) ke Pondok Pesantren Ahlussuffah. Pondok yang berada di Kelurahan Gunung Binjai, Kecamatan Balikpapan Timur, Balikpapan, yang merupakan salah satu pondok tahfiz salafiyah yang dikhususkan untuk anak-anak keluarga prasejahtera dan mengandalkan subsidi silang.

Tim menempuh sekitar 2 jam perjalanan berbatu dan berlumpur pada Sabtu (18/1) lalu dari pusat Kota Balikpapan untuk menjangkau pondok ini. Sebanyak 230 santri merasakan manfaat program BERISI dari para dermawan Indonesia.

Pendistribusian bantuan ini bekerja sama dengan para relawan dari Gerakan Infak Beras (GIB) dan PASKAS Pasukan Amal Shalih (PASKAS). Muhammad Iqbal selaku Ketua Program ACT Kalimantan Timur mengatakan, program BERISI menyasar pondok pesantren di Balikpapan yang masih membutuhkan bantuan.


Para santri pulang dari tempat mereka mencuci baju. (ACTNews/Tri Widi)

“Banyak pondok dan santri di pinggiran Balikpapan yang membutuhkan bantuan kita, entah itu bahan pangan, infrastruktur, atau yang lainnya. Alhamdulillah, kami sudah mendistribusikan 1 ton beras yang insyaallah dapat menyuplai kebutuhan pangan para santri dan ustaz hingga 2 pekan ke depan di pondok ini. Kebutuhan mereka per bulan adalah 2,2 ton beras. Kami bekerja sama dengan GIB menjangkau 230 santri di berbagai pelosok pesantren Balikpapan, jelas Iqbal.

Program BERISI ini merupakan awal program-program lainnya yang sejalan dengan kebutuhan mendesak di masing-masing pondok. Melalui BERISI, ke depannya Iqbal berharap akan ada lagi program-program lain yang dapat memenuhi kebutuhan pondok di samping kebutuhan pangannya.


“Mungkin pondok lainnya membutuhkan infrastruktur atau bahkan Sumur Wakaf, seperti pondok Ahlussuffah ini dan kebutuhan-kebutuhan mendesak lainnya yang nantinya bisa kita jadikan campaign skala nasional dan diangkat ke indonesiadermawan.id,” katanya.

Saat ini Pondok Pesantren Ahlussuffah tengah krisis air bersih karena pipa air milik pondok yang tertimpa timbunan tanah longsor yang menyebabkan pipa terjepit dan air tidak dapat mengalir. Para santri harus menempuh waktu 30 menit tiap kali mencari air ke danau terdekat untuk memenuhi kebutuhan air bersih seperti mandi, mencuci, dan memasak. []