Mengantarkan Kebahagiaan hingga Pedalaman Papua

Keadaan ekonomi di pedalaman Papua masih sangat lemah. Untuk itu, di pertengahan November ini, ACT bersama IHH mengirimkan paket pangan bagi 165 keluarga prasejahtera di pedalaman Papua.

Mengantarkan Kebahagiaan hingga Pedalaman Papua' photo
Foto bersama warga prasejahtera di Distrik Assotipo, Hitigima, Jayawijaya, Papua, Ahad (17/11). (ACTNews/Apiko Joko Mulyono)

ACTNews, JAYAWIJAYA – Tak ada jalan beraspal menuju Distrik Assotipo, Hitigima, Kabupaten Jayawijaya. Dari Bandar Udara Wamena jarang ada taksi yang mau mengantar menuju distrik itu, prasarana jalan menjadi alasannya. Kalaupun ada yang mau, pengemudi harus menggunakan mobil berpenggerak empat roda untuk bisa melewati jalan berbatu dan terjal serta sungai tanpa jembatan.

Ahad (17/11) lalu, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) menuju Distrik Assotipo untuk mengantarkan paket pangan. Di sana terdapat perkampungan yang diisi oleh warga asli Papua beragama Islam. Tinggal di daerah terpencil di sekitaran lembah baliem memaksa mereka hidup dengan keadaan yang serba terbatas, termasuk ketersediaan pangan serta perekonomian yang masih lemah.

“Jaraknya lebih kurang 12 kilometer dari Kota Wamena, tak ada jalan beraspal, faktor keamanan juga perlu diperhitungkan untuk sampai ke sana,” ungkap Apiko Joko Mulyono dari tim ACT yang bertugas mengirimkan bantuan ke Assotipo, Ahad (17/11).


ACT bersama IHH mendistribusikan paket pangan ke pedalaman Papua. (ACTNews/Apiko Joko Mulyono)

Udara dingin nan sejuk menyelimuti Jayawijaya, tak terkecuali Assotipo. Namun, sambutan hangat datang dari warga setempat saat tim ACT datang. Paket yang berisi bahan makanan diserahkan ke warga setempat. “Paket pangan ini semoga dapat menunjang kehidupan warga di pedalaman Papua, ACT juga mendistribusikan paket pangan di wilayah Kota Wamena bagi mereka yang beberapa waktu lalu terdampak konflik,” tambah Apiko.

Kedatangan tim ACT di Jayawijaya merupakan tindak lanjut penanganan pascakonflik sosial yang terjadi di Wamena beberapa bulan lalu. Walau keadaan dinyatakan telah mulai kondusifi kewaspadaan masih diperlukan. Hal ini juga yang membuat aktivitas masyarakat, termasuk perekonomian yang menunjang kebutuhan pangan, belum sepenuhnya pulih seperti semula.


Warga Papua membawa paket pangan dari ACT dan IHH. (ACTNews/Apiko Joko Mulyono)

Bersama lembaga kemanusiaan asal Turki IHH Insani Yardim Vakfi, 165 paket pangan didistribusikan di Jayawijaya. Sebanyak 25 paket di antaranya diberikan warga di pedalaman Assotipo, sedangkan sisanya dibagikan ke warga terdampak konflik sosial di Kota Wamena. Selain itu, ACT bersama IHH juga mengadakan makan bersama jemaah salat Jumat di salah satu masjid besar di Wamena, Jumat (15/11) lalu. Sebanyak 800 porsi dihidangkan bagi warga setempat.

Lea Lokobal, salah satu warga Wamena mengatakan, kegiatan yang digelar ACT sangat membantu warga, khususnya di kota Wamena yang baru saja dirundung konflik. “Santap bersama ini mampu merekatkan kembali persaudaraan antarwarga Wamena,” ungkap Lea, Jumat (15/11). []

Bagikan