Mengantarkan Ratusan Paket Pendidikan untuk Anak-Anak di Pulau Tunda

Di Pulau Tunda, ada 126 siswa di SDN Pulo Tunda, satu-satunya sekolah dasar di pulau yang masih di bawah administrasi Kebupaten Serang. Global Zakat-ACT membawakan ratusan paket pendidikan untuk mendukung kegiatan belajar mereka.

Mengantarkan Ratusan Paket Pendidikan untuk Anak-Anak di Pulau Tunda' photo
Anak SD di Pulau Tunda saat menerima paket pendidikan dari Global Zakat-ACT. (ACTNews/Riski Andriani)

ACTNews, SERANG Dari pelabuhan di Karangantu, Serang, perjalanan tim Global Zakat-ACT dengan tujuan Pulau Tunda, Kecamatan Tirtayasa, Serang dimulai pada Rabu (28/10) pagi. Kapal bermuatan 2 ton membawa rombongan tim Global Zakat-ACT bersama relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) untuk mengantarkan paket pendidikan. Paket yang berisi peralatan sekolah ini akan diberikan kepada 126 siswa sekolah dasar di pulau yang masuk wilayah Kabupaten Serang itu.

Dua jam perjalanan ditempuh menyeberangi laut lepas di utara Jawa. Ombak pagi hingga siang, jelas nahkoda kapal, masih bersahabat. Namun, masuk sore, ombak selama musim hujan ini bisa lebih besar, bahkan tak jarang badai dan membahayakan pelayaran. Untuk itu, pengiriman paket pendidikan dilakukan pada pagi hari.

“Ada 126 paket perlengkapan sekolah. Isinya ada buku tulis, pensil warna, seragam sekolah, tas hingga sepatu. Penerimanya adalah siswa SD di Pulau Tunda,” jelas Riski Andriani dari tim Global Zakat-ACT.

"Senang dapat sepatu sama tas baru. Dipakai buat nanti kelas 6," ungkap Rahman, siswa kelas 5 SDN Pulo Tunda. Ia tak mau membuka plastik dan kardus yang membungkus tas dan sepatu dari Paket Pendidikan Global Zakat-ACT. Katanya, ia akan membuka dan menggunakannya ketika duduk di kelas 6.

Sebanyak 126 siswa SD di Pulau Tunda merupakan siswa di SDN Pulo Tunda. Sekolah ini merupakan satu-satunya sekolah tingkat dasar di pulau yang dihuni sekitar 460 keluarga ini. Tak ada sekolah setingkat dasar yang lain. Sedangkan untuk tingkat menengah pertama hanya ada satu sekolah juga yang bangunannya berada di satu kompleks dengan SD. Hanya saja, untuk tingkat menengah atas, belum tersedia di Pulau Tunda.

Pulau Tunda sendiri merupakan pulau yang masuk administrasi Kabupaten Serang. Jaraknya dapat ditempuh sekitar dua jam dari pelabuhan di kawasan Banten Lama. Namun, transportasi umum untuk ke pulau ini terbilang jarang, hanya ada 3 kali dalam sepekan dengan biaya Rp20 ribu per perjalanan.

Berbagai fasilitas publik pun masih terbatas, selain tak memiliki sekolah menengah atas, untuk kesehatan pun Pulau Tunda hanya memiliki puskesmas pembantu dengan satu orang bidan. Tak ada apotek. Jika ada kondisi kesehatan yang mendesak, rumah sakit terdekat ada di Serang. Sayang, Pulau Tunda belum memiliki perahu ambulans cepat.

Selain memberikan paket pendidikan bagi siswa setempat, Global Zakat-ACT juga sedang beriktiar untuk pengadaan perahu ambulans cepat. Tentunya, kelancaran program ini tak akan pernah lepas dari peran dermawan. Harapannya, dengan hadirnya perahu ambulans cepat ini bisa memberikan solusi untuk urusan medis yang mendesak di Pulau Tunda.

“Bagi dermawan yang ingin bersedekah untuk program-program kemanusiaan di Pulau Tunda, dermawan bisa langsung menghubungi ACT Banten," ajak Sukma dari Tim Program ACT Banten, Rabu (28/10). []