Mengantrakan Sukacita Kurban di Pegunungan Bondowoso

Tidak ada akses roda empat dan tidak semua kendaraan roda dua dapat digunakan karena jalan yang sempit. Medan berbatu serta terjal pun harus dilalui. Daging kurban Global Qurban - ACT diantarkan untuk warga di pegunungan utara Bondowoso itu.

Masyarakat menerima daging kurban dari Global Qurban - ACT. (ACTNews/Zaynul Asror)

ACTNews, BONDOWOSO – Harus menempuh perjalanan satu jam melewati pegunungan terjal dari pusat Desa Petung untuk sampai ke Dusun Cato.  Bersama warga tim Global Qurban - ACT menggunakan sepeda motor mengangkut ratusan kilogram daging sapi yang telah disembelih di rumah potong hewan di kabupaten.

Tidak ada akses roda empat dan tidak semua kendaraan roda dua dapat digunakan karena jalan yang sempit. Medan berbatu serta terjal pun harus dilalui. Jalan menuju dusun pun secara swadaya dibangun warga untuk memudahkan akses menuju kota. Dusun Cato, Desa Petung, Kecamatan Curahdami, ini memang terletak di pegunungan utara Bondowoso. 

Dani Ardissa dari Tim Program Global Qurban - ACT Jawa Timur menerangkan, program kurban tahun ini menuju wilayah-wilayah terpencil di tapal kuda Jawa Timur, salah satunya Kabupaten Bondowoso. Dusun Cato menjadi salah satu tujuan karena warga di sana bertahun-tahun tidak dapat menikmati daging kurban. “Sekitar lima tahun masyarakat Dusun Ceto baru dapat kembali menikmati daging kurban,” kata Dani. Total ada 46 kepala keluarga yang mendiami Dusun Cato.

 

Dengan tetap menjaga protokol kesehatan di era pandemi Covid-19, daging kurban diantarkan satu per satu menuju rumah warga agar tidak menimbulkan kerumunan berlebih.

Farhan, salah satu tokoh masyarakat Dusun Cato, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Global Qurban – ACT dan seluruh relawan yang terlibat. Ia sangat mengapresiasi semangat para relawan yang sudah ikhlas mengantar daging kurban ke dusun mereka. “Terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Global Qurban - ACT yang mau jauh-jauh melewati gunung untuk memberi kami daging kurban. Sudah lama sekali warga tidak bisa merasakan daging kurban karena di sini tidak ada pekurban. Terakhir ada kurban tahun 2015. Semoga berkah dan dibalas Allah SWT,” ungkapnya.

Farhan dan warga sekitar juga menyampaikan keinginannya untuk dapat berkurban tahun depan ia berharap diberikan kesempatan oleh Allah untuk dapat berkurban dan berbagi dengan tetangga, sanak saudara di wilayahnya.[]