Mengapresiasi Perempuan Tangguh Pengajar Alquran di Tasikmalaya

Puluhan tahun sudah dilewati Otoy dan Halimah sebagai pengajar Alquran di Tasikmalaya. Ikhlas menjadi landasan utama mereka memilih pengabdian ini.

Siti Halimah, guru mengaji di Kabupaten Tasikmalaya yang sudah mengabdikan dirinya selama 58 tahun. (ACTNews/Arfika)

ACTNews, TASIKMALAYA – Namanya Otoy Mar’atusholihah, seorang pengajar di wilayah Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Sudah 34 tahun ia mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Menjadi bagian dari kebermanfaatan untuk sesama jadi salah satu alasannya mencintai dunia pendidikan meski dengan honor yang rendah.

Setiap bulannya, pengajar Alquran itu mendapat honor yang tak menentu dan paling besar hanya hitungan ratusan ribu rupiah saja. Walau begitu, masalah honor tak pernah menjadi keluhan. Ia mengajar karena itu hal yang ia suka dan ikhlas. “Saya ingin menjadi bagian yang mencerdaskan anak-anak,” ungkap Otoy saat bertemu dengant tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tasikmalaya, Kamis (26/11).

Serupa dengan Otoy, Siti Halimah, pengajar di Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya juga sudah 58 tahun mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Saat ini, setiap hari selepas subuh sebanyak 20 murid belajar di rumahnya yang masih semi permanen. Namun, kegiatan pengajaran yang Halimah lakukan tak berhenti di satu waktu saja. Di siang hari ia harus berkeliling ke madrasah-madrasah untuk menemui muridnya yang jika ditotal mencapai 70 orang.

Ikhlas jadi landasan perjuangan Halimah selama mengajar. Ia tak pernah mengeluhkan masalah honor. Bahkan, ia selalu mengembalikan uang iuran yang dikumpulkan muridnya. Karena bagi Halimah, rezeki telah diatur oleh Allah. “Buat saya mengajar itu amanah yang enggak boleh ditinggalkan,” ungkap Halimah.

Otoy dan Halimah merupakan sedikit dari banyaknya pengajar Alquran alias guru mengaji yang pengabdiannya begitu totalitas untuk anak negeri. Mereka tak lagi memprioritaskan materi di karirnya. Untuk itu, Global Zakat-ACT sangat mengapresiasi peran Otoy dan Halimah. Ditemui di kediaman mereka masing-masing, Global Zakat-ACT menyerahkan paket pangan sebagai bentuk apresiasi sekaligus ucapan selamat di momen Hari Guru Nasional.

“Apresiasi ini tidak akan pernah menyamai perjuangan yang Bu Otoy dan Bu Halimah lakukan. Namun, ini merupakan ikhtiar kita membersamai mereka dan mendukung peran guru yang besar dalam membangun peradaban bangsa,” ungkap Fauzi Ridwan dari Tim Program ACT Tasikmalaya, Kamis (26/11).

Paket pangan yang diterima Otoy dan Halimah merupakan bagian dari implementasi Sahabat Guru Indonesia yang bersumber dari dana zakat. Tepat pada Hari Guru Nasional 2020 kemarin, sudah satu tahun program ini berjalan. Telah ada ribuan guru di Indonesia yang mendapatkan biaya hidup, paket pangan, serta pendampingan lainnya. Jumlah ini pun akan terus bertambah seiring berlanjutnya program kebaikan ini.

“Masyarakat bisa ambil bagian dari aksi kebaikan ini dengan berzakat melalui laman Indonesia Dermawan atau menghubungi kantor cabang ACT terdekat. Dana zakat yang terhimpun akan diimplementasikan untuk program kebaikan, salah satunya Sahabat Guru Indonesia,” jelas Fauzi.[]