Mengawal Perbaikan Gizi Santri Penerus Negeri

Kekurangan bahan pangan seringkali menghantui para santri, salah satunya terjadi di Pondok Pesantren Kanzul Khairat Pontianak, Kalimantan Barat. Tak jarang, mereka hanya makan nasi dan kerupuk sehari-hari.

Operasi Pangan Gratis Santri
Para santri Kanzul Khairat Pontianak, Kalimantan Barat. (ACTNews)

ACTNews, PONTIANAK – Kehadiran pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan berbasis keagamaan memiliki peranan penting dalam mendidik generasi penerus negeri mendatang. Saat ini, jumlah pesantren di Indonesia telah menembus angka 31.385 unit dengan total sebanyak 4,29 juta santri aktif.

Di tengah jumlah pesantren yang semakin meningkat setiap tahun, nyatanya masih banyak pesantren yang mengalami kendala membiayai kebutuhan pangan santri. Hal ini salah satunya dialami Pondok Pesantren Kanzul Khairat, Jalan Parit Husein II, Kelurahan Bangka Belitung Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Setiap hari santri hanya makan nasi dan lauk pauk seadanya. Bahkan, terkadang mereka hanya mengonsumi kerupuk sebagai pelengkap nasi. Uluran tangan donatur dan warga sekitar menjadi ujung tombak keberlangsungan para santri yang sebagian besar dari keluarga prasejahtera.


Tim ACT-MRI Kalimantan Barat bersama Ustaz Hafidz Zakaria dan para santri Khanzul Khairat. (ACTNews)

“Kebanyakan santri di sini dari keluarga yang kekurangan, jadi pembiayaan sukarela. Ada santri yang mampu bayar dan banyak juga yang tidak mampu, jadi kami subsidi silang,” ungkap Pimpinan Pondok Pesantren Kanzul Khairat Ustaz Hafidz Zakaria, kepada ACTNews Jumat (1/10/2021).

Ustaz Hafidz mengungkapkan, di tengah kondisi pesantren yang serba kekurangan, ia berprinsip untuk tidak berpangku tangan dan mengharapkan imbalan kepada siapa pun. Saat ini, pesantren pun belum punya donatur tetap.

Kehadiran bantuan paket pangan dan makanan siap santap secara gratis dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada Jumat siang itu, menjadi rasa syukur dan kebahagiaan bagi Ustaz Hafidz dan santri Pondok Pesantren Kanzul Khairat.

“Alhamdulillah, di hari Jumat yang penuh berkah ini kami bisa memberikan sedikit bantuan paket pangan berupa berupa beras dan telur, sekaligus ada makanan siap santap bagi para santri di sini. Saya mengucap syukur kepada para dermawan sekalian yang telah menyalurkan sedekah terbaiknya melalui ACT,” tutur Tim Program ACT Kalimantan Barat Nircho Dwi Anggoro.[]