Mengecewakan, Israel Izinkan Pemukim Yahudi Berdoa di Kompleks Al Aqsa

Pengadilan Israel memutuskan pemukim Yahudi bisa melakukan ritual keagamaan berupa doa hening di kompleks Masjid Al-Aqsa Yerusalem. Menteri Urusan Yerusalem Fadi Al-Hadmi dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam tindakan sewenang-wenang Israel ini.

Astagfirullah, Israel Izinkan Pemukim Yahudi Lakukan Doa Hening di Masjid Al-Aqsa
Pemukim Yahudi mendatangi Masjid Al-Aqsa untuk melakukan doa hening. (Anadolu Agency)

ACTNews, YERUSALEM – Kesucian kompleks Masjid Al Aqsa seolah dinodai oleh putusan Pengadilan Israel pada Rabu (6/10/2021), yang memutuskan pemukim Yahudi bisa melakukan ritual doa hening di kompleks Masjid Al-Aqsa. Putusan ini pertama kali dikeluarkan Pengadilan Israel.

Departemen Wakaf Islam di Yerusalem mengungkapkan sebanyak 109 pemukim Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsa dan dijaga oleh polisi Israel pada Kamis (7/10/2021). "Tidak ada satu hari pun berlalu tanpa keputusan atau pelanggaran Israel terhadap kota dan penduduknya (atas Yerusalem). Baru-baru ini adalah pengadilan Israel mengizinkan kelompok ekstremis Yahudi melakukan ritual keagamaan di dalam kompleks Masjid Al Aqsa," ungkap Menteri Urusan Yerusalem Fadi Al-Hadmi.

Ia menegaskan, warga Palestina seakan “menghadapi perang terbuka di semua aspek kehidupan” yang dilakukan oleh Israel. Baginya tidak ada satu hari pun tanpa keputusan atau pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap wilayah dan penduduk Palestina.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengecam putusan pengadilan Israel ini. Sekretaris Jenderal OKI Yousef Al-Othaimeen mengatakan, tindakan ini merupakan provokasi bagi umat Islam secara global.

“Keputusan ilegal semacam itu merupakan serangan yang belum pernah terjadi terhadap hak-hak bangsa Islam dan warisannya yang tidak bisa dicabut, ini merupakan provokasi terhadap perasaan umat Islam di seluruh dunia dan pelanggaran kebebasan beribadah,” tutur Al-Othaimeen.[]