Mengembangkan Aset Wakaf untuk Pengentasan Kemiskinan Umat

Dalam Waqf Business Forum pada Sabtu (13/6) lalu dijelaskan, melalui wakaf, masyarakat dapat berkolaborasi baik dalam skala kecil seperti melalui wakaf tunai sampai wakaf saham. Nantinya aset-aset yang berkembang kemudian akan diberikan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Para pembicara sedang membincang wakaf pada Sabtu (13/6) lalu.

ACTNews, JAKARTA – Lewat dana wakaf, Global Wakaf – ACT membangun aset-aset yang bermanfaat untuk umat. Hal tersebut diungkapkan oleh Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACT. Ia mencontohkan melalui Lumbung Beras Wakaf (LBW), dana wakaf tersebut digunakan untuk membangun insfrastruktur pertanian sedemikian rupa sehingga hasilnya digunakan untuk membantu masyarakat.

“Mesinnya, gedungnya, gudangnya, dibangun dengan cash wakaf. Cash wakaf juga digunakan untuk memodali petani. Bibitnya, pupuknya, dan gabahnya kita beli dengan harga normal. Hasilnya kita giling, lalu kita bagi gratis. Kalau dijual lagi, Allah kecewa itu,” ujar Ahyudin dalam acara Waqf Business Forum yang bertemakan "Strategi Bisnis di Era New Normal" pada Sabtu (13/6) lalu.

Dengan demikian, hadirnya aset-aset wakaf produktif ini dapat mengentaskan kemiskinan dan kesulitan yang sedang dihadapi oleh umat. Seperti pada pandemi saat ini, Lumbung Beras Wakaf ikut mendorong program Humanity Care Line yang telah melayani 10.000 kepala keluarga di masa pandemi ini.

Humanity Care Line saja di dalam negeri, pada masa pandemi ini, dari Maret sampai Juni sudah 2.400 ton beras terdistribusikan. Kami punya gudang juga satu hekatare luasnya dan kami gagah beri nama Wakaf Distribution Center,” ujar Ahyudin. Selain itu LBW juga melayani pendistribusian ribuan ton beras lainnya ke wilayah bencana dan konflik luar negeri seperti Suriah, Palestina, Rohingya, dan Yaman.


Ahyudin sedang menjelaskan bagaimana wakaf dapat mengentaskan kemiskinan umat. (ACTNews/Reza Mardhani)

Adrian Maulana mengapresiasi sepak terjang Global Wakaf – ACT, selama ini. Menurutnya kehadiran Global Wakaf – ACT selain membantu masyarakat, juga membantu pekerjaan pemerintah-pemerintah dengan memelihara warga prasejahetera.

“Karena di situlah umat ini bisa berdaya. Dan kalau umat sampai tidak berdaya, umat (dalam kondisi) kemiskinan, maka di situlah bisa jatuh kepada lubang yang namanya kekafiran,” kata Adrian yang telah lama berkecimpung di dunia hiburan.

Ustaz Amir Faishol Fath juga mengajak para audiens untuk ikut mewakafkan apa yang dia milikki. Jika belum bisa dengan harta, maka Ustaz Amir menyarakankan untuk memberikan tenaga mereka untuk mengentaskan kemiskinan dan membangun peradaban manusia yang lebih baik.


“Masing-masing berwakaf, silahkan. Berwakaf dengan ilmunya, berwakaf dengan tenaganya, berwakaf dengan pikirannya, berwakaf dengan gagasannya, berwakaf dengan hartanya, semua kita bersinergi. Terserah mau jadi bek, kiper, mau jadi
striker, mau jadi sayap kanan silakan masing-masing. Intinya kita punya goal satu, dan kita berjuang bersama-sama yakni menyelamatkan kemanusiaan di muka bumi,” ucap Ustaz Amir.

Tujuan inilah yang sedang digerakkan Global Wakaf – ACT selaku nazir wakaf. Global Wakaf kini mengelola 143 perusahaan kecil yang mewakafkan sebagian aset perusahaannya. Ke depannya Global Wakaf – ACT ingin 75% dari keseluruhan aktivitasnya adalah untuk mengkoordinasi perusahaan-perusahaan yang telah berwakaf. []