Mengenal Kashmir: dari Sejarah hingga Kemeriahan Kurban

Mengenal Kashmir: dari Sejarah hingga Kemeriahan Kurban

ACTNews, KASHMIR – Hampir semua orang sudah familiar dengan sengketa wilayah antara Palestina dan Israel yang bermula pada tahun 1948 dan masih berlangsung dengan brutal hingga kini. Tapi tahukah Anda, bahwa sengketa wilayah Palestina-Israel bukanlah sengketa paling lama di dunia? Satu tahun sebelum Israel menginvasi Palestina, sebuah negeri terpecah menjadi dua, dan menyisakan satu wilayah yang masih direbutkan di era modern ini. Dua negara itu adalah India dan Pakistan, dan wilayah yang direbutkan itu adalah Kashmir.

Ketika Inggris, di akhir masa penjajahannya pada 1947, memisahkan India dan Pakistan dengan latar belakang agama, Kashmir menjadi anak bungsu yang dibebaskan memilih. Karena 80% penduduknya merupakan Muslim, maka idealnya Kashmir bergabung dengan Pakistan. Namun Maharaja Hari Singh sebagai pemimpin saat itu, memilih bergabung dengan India. Maka sebagian wilayah Kashmir menjadi bagian dari negara bagian India, Jammu dan Kashmir, biasa disingkat J&K, dan memicu berbagai konflik pada dekade-dekade setelahnya. Beberapa wilayah Kashmir juga dikontrol oleh Pakistan dan Tiongkok.

Di era modern sekarang, Jammu dan Kashmir menjadi satu-satunya negara bagian India dengan mayoritas Muslim. Keunikan Jammu dan Kashmir tidak berhenti di situ saja. Letaknya di kaki pegunungan menjadikan Jammu dan Kashmir wilayah bersalju, begitu menawan hingga kerap disebut “paradise on earth.” Jammu dan Kashmir juga dipenuhi tempat suci agama Budha, Hindu, dan Islam yang cantik, dengan pemeluknya hidup berdampingan dalam damai. Terakhir, Jammu dan Kashmir memiliki dua ibukota: Srinagar di musim panas, dan Jammu di musim dingin.

Dengan segala keistimewannya, Jammu dan Kashmir menjadi magnet pariwisata. Resort ski dan operator wisata berjamuran, menawarkan kecantikan negara bagian ini. Jammu dan Kashmir termasuk negara bagian dengan pertumbuhan ekonomi paling pesat dan penyumbang PDB yang besar bagi India.

Sayang, tidak semua orang di Jammu dan Kashmir menikmati pertumbuhan tersebut. Masih ada orang-orang yang hidup di bawah kemiskinan dan rentan ketika terjadi bencana alam dan instabilitas politik. Masih ada orang-orang yang terancam tidak merasakan nikmatnya daging kurban ketika Idul Adha menjemput pada tahun 2017 lalu.

Mengantar daging kurban ke Srinagar, Anantnag, dan Shopian

Kumandang takbir memecah pagi yang menggigil di Kashmir, negara bagian Jammu dan Kashmir. Kepul asap dari dapur sejenak menipis, seiring para penghuni rumah keluar dengan pakaian berwarna-warni untuk menunaikkan ibadah salat Iduladha. Tahun 2017 lalu, perayaan Iduladha, atau yang biasa disebut Bakra Adha dalam bahasa lokal, berlangsung dengan meriah, setelah pada tahun sebelumnya, gerak-gerik penduduk Kashmir dibatasi oleh jam malam dan pengamanan militer ekstraketat lantaran adanya serangkaian protes sepanjang tahun 2016.

Muslim Kashmir menyongsong Iduladha dengan menunaikan salat di berbagai masjid maupun tempat terbuka. Masih ada personel militer yang berjaga, lengkap dengan senjata mereka. Malang tidak dapat dicegah, usai salat Iduladha di berbagai tempat di Srinagar, Anantnag, dan Sopore, beberapa pemuda melempari polisi dan personel militer dengan batu. Perpecahan terjadi selama beberapa saat, sebelum akhirnya orang-orang diperintahkan pulang.

Insiden itu tidak menyurutkan sukacita penduduk Kashmir. Mereka tetap merayakan Iduldha dengan menyembelih kurban, bertukar makanan, berkumpul dengan keluarga. Tidak hanya orang-orang berpunya, mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera pun dapat menikmati. Sebab, daging persembahan rakyat Indonesia diantarkan ke pintu rumah mereka.

Lebih dari 350 orang dari 85 keluarga di Distrik Srinagar, Anantnag, dan Shopian merasakan nikmatnya daging kurban yang didistribusikan mitra Global Qurban di India. Mereka adalah keluarga pra-sejahtera yang kebanyakan bekerja sebagai petani, asisten rumah tangga, atau pekerja serabutan. Bukan hanya Muslim, keluarga non-Muslim pun ada yang menerima manfaat ini. Sebab, sejatinya Islam adalah rahmatan lil alamin.

“Ketiga titik distribusi kami kerap menjadi tempat operasi militer. Banyak penjaga keamanan melakukan operasi pencarian, mereka memburu kelompok agresif. Selain itu, pada tahun 2014, daerah-daerah ini juga rusak karena banjir besar. Kashmir sangat rentan terhadap bencana alam seperti banjir dan gempa, karena letaknya di zona seismik tinggi,” tutur Mohammed Mubashir, mitra Global Qurban di Kashmir.

Mohammed Mubashir tidak melebih-lebihkan. Distrik Shopian sering disebut sebagai “titik nol” teroris ataupun kelompok agresif di Kashmir. Akibatnya, militer begitu aktif berjaga di daerah ini.

“Banyak orang yang keluarganya menghilang, menjadi difabel, atau meninggal di saat konflik,” kata Mohammed Mubashir.

Selain penderitaan karena instabilitas politik, masalah kesehatan juga menghantui ketiga distrik ini. Kebanyakan disebabkan oleh lingkungan yang kurang higienis, makanan yang tidak layak, sampai kekurangan makanan. Terutama pasca banjir besar tahun 2014, begitu banyak lahan pertanian dan infrastruktur yang rusak. Kini, masyarakat Kashmir masih dalam upaya membangun kembali.

Bantuan daging kurban dari Global Qurban – Aksi Cepat Tanggap hadir bagai berkah dan hadiah bagi mereka. Di tengah kesulitan dan ancaman konflik, para Muslim kurang mampu di Kashmir setidaknya bisa menikmati daging kurban.

“Suami saya tidak bisa bekerja karena dia penyandang disabilitas. Saya bekerja sendiri untuk empat orang anak saya, dan itu terasa berat. Terima kasih sudah memberikan daging kepada saya, ini berarti sekali. Eid Mubarak!” kata Rafiqaa Banoo (48), wanita yang sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga di Srinagar, penuh haru.

Tidak hanya Rafiqaa, Kajol (7) pun merasakan berkah Iduladha, meskipun dia adalah minoritas non-Muslim. Gadis cilik itu hidup bersama ibunya, setelah ayahnya menghilang dua tahun lalu.

“Terima kasih. Tolong, datang lagi tahun depan. Saya mau makan daging lagi,” pinta Kajol lirih pada mitra Global Qurban.

Permintaan Kajol agaknya terwujud tahun ini. Iduladha nanti, Global Qurban akan kembali ke Kashmir, membersamai mereka yang kekurangan untuk menjemput hari raya dengan daging nikmat dari rakyat Indonesia, Insya Allah. []

Tag

Belum ada tag sama sekali