Mengenal Kawasan Wakaf Terpadu di Blora

Global Wakaf menginisiasi Kawasan Wakaf Terpadu (KWT), di mana program-program wakaf produktif terintegrasi dalam sebuah wilayah.

Mengenal Kawasan Wakaf Terpadu di Blora' photo

ACTNews, BLORA – Tiga tahun sudah Global Wakaf menyapa masyarakat di Kabupaten Blora melalui program-program wakaf produktif. Kini Global Wakaf memiliki visi lebih jauh untuk lebih mematangkan setiap program wakaf yang tersebar di Blora, yakni lewat pilot project Kawasan Wakaf Terpadu (KWT).

Imam Akbari selaku Presiden Global Wakaf menerangkan, Kawasan Wakaf Terpadu (KWT) adalah sebuah model pemanfaatan wakaf sosial dan wakaf produktif dengan fokus pada dakwah wakaf dan pendidikan islami. Dalam kawasan ini, aset-aset wakaf produktif dikelola secara optimal sehingga mampu membawa ekonomi masyarakat setempat ke arah yang lebih baik. Contohnya ada di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Tujuannya adalah bagaimana membangun kesejahteraan, bisa meningkatkan, dan menghasilkan kesejahteraan. Ini tidak hanya buat masyarakat pengelola kawasan wakaf terpadu itu sendiri, tapi juga bisa multi-manfaat. Soalnya manfaat dari hasil pertanian dan peternakan itu bisa dirasakan secara lebih luas, di level yang lebih luas, di luar kawasan wakaf itu sendiri,” tutur Imam.

Hingga kini, KWT di Blora masih mengelola tiga jenis aset wakaf produktif. Mereka di antaranya Lumbung Ternak Wakaf (LTW) yang memberdayakan sentra peternakan, Lumbung Pangan Wakaf (LPW) yang bergerak di bidang pertanian, dan dua unit Sodaqo yang terletak di dua kecamatan berbeda.


Harun Susanto, pengelola LTW binaan Global Wakaf, mengatakan program tersebut kini semakin menyebar di beberapa wilayah di Kabupaten Blora. Menurut Harun kini luas total kawasan LTW di Blora mencapai sekitar 35 hektare.

“LTW sekarang tersebar di sebanyak 11 desa dan 3 kecamatan yang ada di Kabupaten Blora. Jumlah peternak yang kita berdayakan sendiri sudah ada 38 orang, dan masyarakat yang bekerja di sana sudah mencapai 181 orang,” jelas Harun.

Dua unit Sodaqo juga berdiri di wilayah Blora. Salah satu Sodaqo yang berdiri persis di sebelah SDIT Bina Insan di Kecamatan Cepu, telah menghasilkan perolehan yang cukup besar setiap bulannya. Sales per day-nya rata-rata sekitar Rp 3 juta, dan bagi hasil per bulan itu kira-kira di angka kisaran Rp 6 juta sampai Rp 7 juta, dari bagi hasil dari Laporan Hasil Usahayang telah dipotong bersih,” ujar Harun.

Demikian juga dengan berkembangnya sektor pertanian. Di lahan seluas 4.000 meter persegi di Desa Jipang, berdiri sebuah Lumbung Pangan Wakaf (LPW) yang di dalamnya dilengkapi oleh mesin-mesin otomatis pengolah beras. Ngadi, pengelola LPW sekaligus Kepala Desa Jipang mengungkapkan, LPW terus berkembang sejak awal berdirinya di tahun 2015.

“Pada tahun awal berdiri, kita hanya punya satu mesin pengering saja. Sekarang kita sudah punya tiga mesin pengering. Alhamdulillah, produksi yang tadinya hanya sekitar 4-10 ton, sekarang bisa meningkat hingga 10 sampai 25 ton per harinya,” ujar Ngadi.


Untuk semakin meluaskan maslahat dari KWT, Global Wakaf berencana akan membangun sekolah dan rumah sakit berbasis wakaf. Imam juga mengharapkan dukungan-dukungan dari berbagai pihak untuk program KWT ini agar bisa direplikasi di berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri.

“Di mana saudara-saudara kita punya potensi punya kebutuhan, dan masyarakatnya punya keinginan untuk maju, maka di situlah kemudian KWT bisa kita dirikan. Tentu dengan basic filantropi cash wakaf yang juga masif,” ucap Imam. []

Bagikan

Terpopuler