Mengenal Roof Knocking, 'Peringatan Palsu' Israel untuk Hancurkan Gaza

“Menghancurkan bangunan Palestina dengan peringatan roof knocking ibarat seorang pembegal yang ingin melakukan pembegalan kepada seseorang dengan izin, kemudian ia membenarkan perbuatannya tersebut dengan bilang ‘kan saya sudah izin’,” tegas Faradiba.

Gaza
Gedung yang hancur setelah terkena tembakan misil pesawat tempur Israel (Reuters/Suhaib Salem)

ACTNews, GAZARoof knocking atau dalam bahasa Indonesia artinya "mengetuk atap", merupakan istilah yang digunakan oleh angkatan bersenjata Israel untuk menggambarkan praktik menjatuhkan perangkat non-eksplosif di atap bangunan, yang mana artinya, banguan tersebut dalam waktu singkat akan dihancurkan dengan tembakan misil.

Roof knocking merupakan suatu “peringatan” agar orang-orang penghuni bangunan yang akan dihancurkan segera meninggalkan bangunan tersebut. Menurut Andy Noor Faradiba, Manager Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap, rentang waktu antara roof knocking dengan penembakan misil yang akan menghancurkan bangunan tidak menentu.

“Biasanya tergantung besarnya bangunan dan jumlah orang yang ada di bangunan tersebut, ada yang 5 menit, ada juga yang 20 menit,” ujar Faradiba, Ahad (16/5/2021).

Namun, Faradiba menekankan, roof knocking sebenarnya hanya akal-akalan serta narasi yang dibangun Israel, agar serangannya ke Palestina dianggap tetap mempertahankan “nilai-nilai kemanusiaan” di mata dunia

“Menghancurkan bangunan Palestina dengan peringatan roof knocking ibarat seorang pembegal yang ingin melakukan pembegalan kepada seseorang dengan izin, kemudian ia membenarkan perbuatannya tersebut dengan bilang ‘kan saya sudah izin’,” tegas Faradiba.

Faradiba menjelaskan, bahwasannya pesawat tempur Israel tidak selalu melakukan roof knocking sebelum menembakkan misil dan menghancurkan bangunan warga. Banyak serangan Israel yang langsung menghancurkan bangunan-banguna warga sehingga korban jiwa dari warga sipil Palestina terus bertambah.

Khamees al-Rantissi salah satunya, ia mengatakan, rumah mereka dibom tanpa peringatan sebelumnya. Sambil menggendong tubuh keponakannya yang berusia 19 bulan yang telah tewas akibat serangan misil Israel, ia mengatakan. "Apa yang dilakukan anak ini? Ancaman apa yang dia ajukan untuk negara Israel?" ujar Rantissi seperti dikutip dari Arabnews.

“Sebenarnya, kalau diperhatikan, Israel itu sistem penyerangannya terstruktur. Dari perbatasan, kemudian menyisir menuju ke tengah. Sekarang juga sudah menyerang bangunan-bangunan landmark Gaza, bahkan, gedung yang menjadi kantor-kantor jurnalis. Jadi, dengan atau tanpa roof knocking sebenarnya tidak penting. Mereka akan tetap melakukan apa yang memang mereka ingin lakukan,” jelas Faradiba.[]