Mengenang Mahmoud Al-Hajj Khalil, Pejuang Kemanusiaan ACT di Palestina

ACT kehilangan salah satu relawan kemanusiaan terbaiknya di Palestina, Mahmoud Al-Hajj Khalil, yang wafat Rabu (27/10/2021). Saat bertugas, Mahmoud sempat ditangkap pasukan Israel. Semangatnya untuk menyampaikan kebaikan dermawan Indonesia kepada saudara Palestina tidak pernah gentar.

mahmoud al-hajj khalil
Mahmoud Al-Hajj Khalil relawan ACT di Palestina. (ACTNews)

ACTNews, PALESTINA – Relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Palestina Mahmoud Al-Hajj Khalil (25) wafat akibat kecelakaan, Rabu (27/10/2021). Ia telah membantu setiap aksi kemanusiaan ACT sejak 2017. Mahmoud punya banyak kisah selama bertugas. 

Salah satunya, saat ia dan tim tengah membagikan makanan siap santap ke rumah-rumah warga, Mahmoud dan tim  ditangkap pasukan Israel. Mereka sempat ditahan selama delapan jam.

Penangkapan itu terjadi lantaran Mahmoud dianggap melakukan tindakan salah. Para penyidik yang melakukan pemeriksaan membodohi Mahmoud dan para relawan.

“Mereka (penyidik pasukan Israel) menyumpahi kami, ibu, dan saudara-saudara kami umat muslim. Bahkan mengatakan hal-hal yang buruk tentang Nabi Muhammad SAW,” kenang Mahmoud dalam satu kesempatan. 

Setelah ditahan delapan jam, Mahmoud dilepaskan. Namun keesokan harinya mereka kembali dipanggil. Pemanggilan ini berlangsung hampir delapan jam. Hal ini menghambat kegiatan Mahmoud sebagai seorang mahasiswa. 

“Saya terlambat kuliah. Padahal saat itu sedang berlangsung Ujian Tengah Semester (UTS),” kata Mahmoud. 

Ia menjadi relawan kemanusiaan untuk membantu banyak orang yang kesusahan. Tujuan aksi Mahmoud semata-mata hanya untuk kemanusiaan. Ia pun tidak tahu alasan penangkapannya.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response ACT, mewakili ACT dan Sahabat Dermawan Indonesia, mengungkapkan belasungkawa atas kepulangan Mahmoud Al-Hajj Khalil. ACT pun sangat kehilangan. Menurut Said. tidak banyak orang yang memiliki keberanian seperti Mahmoud, rela mengambil risiko untuk aksi kemanusiaan. 

“Mahmoud sangat berjasa dalam aksi kemanusiaan ACT di Palestina. Aksi-aksinya diharapkan menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia dan para relawan agar tidak takut melakukan aksi kemanusiaan meski risiko ataupun hambatannya sangat besar,” ujar Said, Sabtu (30/10/2021).[]