Mengentaskan Persoalan Sumber Air yang Terbatas di Kampung Kalisalak

Air yang payau dan rentan kekeringan membuat warga Kampung Kalisalak, Kelurahan Sukawana, Kecamatan Serang, Kota Serang mesti bersusah payah mencari air. Terkadang warga hanya menunggu bantuan air bersih dari instansi-instansi setempat.

Mengentaskan Persoalan Sumber Air yang Terbatas di Kampung Kalisalak' photo
Warga Kampung Kalisalak setelah memanfaatkan Sumur Wakaf untuk berwudu. (ACTNews)

ACTNews, SERANGKelurahan Sukawana, Kecamatan Serang secara geologi berada di dataran rendah. Karakter tanah daerah tersebut adalah tanah liat dan kering secara umum. Seperti yang terjadi di Kampung Kalisalak. “Air tanah yang ada di sekitar sebenarnya dangkal, dapat dicapai dengan kedalaman kurang dari 15 meter. Namun jika musim kemarau datang mudah sekali kering atau habis. Pengeboran dengan kedalaman 40 sampai dengan 50 meter airnya terasa payau,” kata Moch Nurul Ramadhan dari Tim Global Wakaf – ACT.

Sumber air yang terbatas membuat mereka harus menunggu kiriman bantuan air bersih dari PDAM atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Belum lagi, warga yang memiliki MCK pun masih terbatas. Bagi mereka yang tidak memiliki MCK di rumahnya, terkadang harus pergi terlebih dahulu ke masjid yang ada di kampung tersebut.

“Mengingat seringnya desa ini mengalami kekeringan karena jangkauan sumur yang dangkal, maka dibutuhkan upaya melakukan pengeboran sumur dalam untuk mencapai akuifer yang memiliki cadangan air tanah besar. Agar sumber air dapat terus mencukupi,” kata Nurul.


Untuk itu, Global Wakaf – ACT membangun satu unit Sumur Wakaf untuk warga setempat. Sumur yang ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan dari 225 kepala keluarga ini, rampung dan dapat digunakan sejak Sabtu (24/11) lalu.

Pembangunan sumur bor sedalam 100 meter diharapkan menjadi sumber air baru bagi warga sekitar. Sebab jika kedalaman kurang dari 100 meter, air yang dihasilkan terasa payau. Titik lokasi pengeboran diperhitungkan dengan saksama agar didapat hasil air yang maksimal,” ungkap Nurul.

Siti, salah seorang warga, mengaku senang dengan hadirnya Sumur Wakaf. Sebelumnya ia mengaku cukup kerepotan dengan sulitnya akses air. “Senang, bersyukur, berbahagia. Orang di sini ambil air susah, apa-apa ke kali, jauh. Jadi dekat dengan adanya Sumur Wakaf ini, rasanya sangat terbantu,” ujar Siti.

Nurul pun mengucapkan terima kasihnya kepada para wakif yang telah mengamanahkan wakaf terbaiknya melaui Global Wakaf – ACT. “Kami berharap dapat menyebarkan lagi maslahat Sumur Wakaf di wilayah-wilayah yang benar-benar darurat kebutuhan air bersih di Indonesia. Sekaligus kami mengajak kepada para dermawan untuk berpatisipasi dalam program ini melalui  laman Indonesia Dermawan atau transfer langsung ke rekening BNI Syariah 66 00000 958 atas nama Yayasan Global Wakaf,” ajak Nurul. []

Bagikan

Terpopuler