Menggerakkan Ekonomi Usaha Kecil dan Mikro di Tanah Melayu

Melayu Dermawan berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap berikhtiar meningkatkan usaha kecil dan mikro di Kepulauan Riau melalui program pendampingan. Aksi ini sebagai bentuk dukungan kepada pengusaha mengalami penurunan karena pandemi Covid-19.

Pelatihan dan pendampingan yang diberikan Melayu Dermawan-ACT kepada pelaku usaha kecil dan mikro, pertengahan Maret lalu. (ACTNews/Eko Ramdani)

ACTNews, BATAM – Sebuah ruangan di lantai dua GM Cafe, Ruko Mega Legenda 2, Blok B3, Baloi Permai, Kota Batam, nyaris ramai setiap hari, salah satunya pada Selasa (23/3/2021). Ada belasan hingga puluhan orang berkumpul di sana. Beragam usia berbaur, bahkan ada yang terbilang tidak lagi muda.

Orang-orang itu bukan berkumpul bukan untuk sekedar menikmati secangkir kopi, melainkan sedang menimba ilmu tentang wirausaha. Wajah antusias terlihat dari para peserta tiap kali mentor memberikan trik dan evaluasi.

Kegiatan itu adalah Melayu Dermawan Academy. Sebuah kelas pendampingan wirausaha yang digagas Melayu Dermawan dan Aksi Cepat Tanggap. Para peserta yang hadir hari itu merupakan pengusaha kecil dan mikro di Kota Batam.

Direktur Melayu Dermawan Academy Marlina Ramli mengatakan, Melayu Dermawan merupakan gerakan dan wadah umyang awalnya diinisiasi para pengusaha dan masyarakat Melayu dari Riau dan Kepulauan Riau untuk membangun ekonomi umat. 

Aksi nyata gagasan tersebut hadir melalui Melayu Dermawan Academy. Diikuti oleh para pelaku usaha kecil dan mikro, Melayu Dermawan memberikan pendampingan hingga membangun pasar bagi para peserta.

"Setiap orang bisa menjadi peserta, baik sudah memiliki maupun baru merencanakan usaha. Berbagai jenis usaha pun bisa bergabung. Ada tujuh tahap pemrograman yang dijalani selama tiga bulan secara gratis," ungkap Marlina, Selasa (23/3/2021).

Selama pendampingan, pelaku usaha mendapatkan berbagai materi. Antara lain, membiasakan mencatat hal-hal yang dijalani selama usaha. Selain itu, Melayu Dermawan juga mendorong legalitas produk para peserta disegerakan.

Salah satu mentor Melayu Dermawan Academy Bimo T. Prasetyo mengatakan, banyak pengusaha kecil dan mikro saat pertama kali mengikuti program pendampingan tidak sadar kalau usaha yang mereka jalani mengalami kerugian. Melalui pendampingan di Melayu Dermawan Academy, kesalahan para pelaku usaha dalam menjalankan bisnisnya diidentifikasi.

"Hasilnya, ketika masuk ke tahap terakhir pendampingan, banyak pengusaha yang sudah mampu merencanakan pengeluaran modal yang benar-benar dibutuhkan. Malah banyak juga usaha yang tidak lagi memprioritaskan bantuan modal karena mereka sudah bisa memperbaiki kondisi usahanya selama pendampingan,” ujar Bimo.


Dita, salah satu peserta Melayu Dermawan Academy, memamerkan produk usahanya berupa keripik. Perempuan asal Batam ini kini bisa sekarang bisa meraup omzet jutaan rupiah. (ACTNews/Eko Ramdani)

Dukungan modal

Walau banyak pengusaha kecil dan mikro yang berhasil bertahan dan tidak membutuhkan bantuan modal, Melayu Dermawan bersama ACT tetap menghadirkan bantuan modal usaha bagi para pelaku usaha yang benar-benar membutuhkan.

Bantun modal usaha tersebut berasal dari wakaf masyarakat yang dihimpun  Global Wakaf-ACT melalui program Wakaf Modal Usaha Mikro Indonesia

Salah satu penerima mod adalah Agus Ferdian atau lebih dikenal sebagai Bang Pei. Ayah enam orang anak ini merupakan produsen siomay dan batagor beku. Setelah dapat pendampingan dari Melayu Dermawan Academy, Agus juga mendapatkan modal yang ia gunakan untuk membeli penggiling daging serta pembelian bahan baku dalam jumlah banyak.

Kepala Cabang ACT Kepulauan Riau Agus Suprianto mengatakan, bersama Melayu Dermawan, ACT memberikan pendampingan serta akses permodalan bagi pengusaha kecil dan mikro. Pendampingan serupa nantinya akan diduplikasi di seluruh Indonesia bagi pelaku usaha yang mendapatkan bantuan dari Global Wakaf-ACT.

“Kami mohon doa dan dukungan dari dermawan agar ikhtiar kita bersama membangkitkan perekonomian negeri ini dapat berjalan dengan baik,” harap Agus.[]