Menghadirkan Daging Kurban bagi Penduduk Prasejahtera di Filipina

Rumah berbahan dasar kayu saling berhimpitan di atas sungai yang mengalir di Cotabato, Filipina. Daerah tersebut dihuni masyarakat prasejahtera yang tak sanggup membeli daging walau setahun sekali.

Menghadirkan Daging Kurban bagi Penduduk Prasejahtera di Filipina' photo
Warga Tukananes, Filipina sedang mengantre untuk mendapatkan daging kurban dari Global Qurban - ACT. (ACTNews)

ACTNews, COTABACO – Permukiman penduduk berbahan kayu berdiri di atas badan sungai di Tukananes, Cotabato, sebuah kota di Filipina. Jarak antarrumah seakan tak ada celah. Lokasi itu jadi tempat tinggal ribuan warga prasejahtera di negara tetangga Indonesia itu. Banyak orang yang mengatakan, ketika air sungai pasang, rumah-rumah seakan mengapung di atasnya.

Wilayah ini rentang bencana, khususnya banjir dan kebakaran karena permukiman padat penduduk. Beberapa tahun silam, permukiman yang dihuni komunitas muslim Filipina ini pernah terbakar. Proses pemadaman sulit dilakukan karena aksesnya cukup sulit bagi mobil dan petugas kebakaran. Tak ada korban jiwa, tapi kerugiannya ditaksir mencapai 600 ribu peso atau setara dengan Rp 170 juta dengan nilai tukar saat ini.

Tinggal di tepian sungai yang tak jauh dari laut membuat banyak penduduk di Tukananes berprofesi sebagai nelayan. Fatima Abdul Karim, relawan Global Qurban - ACT yang berada di Filipina mengatakan, tak jarang juga penduduk Tukananes bekerja sebagai buruh serta pedagang. Namun, pekerjaan-pekerjaan itu tak membuat warga di sana lepas dari jerat kemiskinan.

Kondisi ekonomi ini lah yang kemudian membawa dampak yang cukup buruk bagi penduduknya. Kerawanan pangan cukup tinggi di daerah tersebut. Hal ini membawa dampak pada temuan malnutrisi yang dialami anak-anak.

“Kami hanya makan ikan kering dan nasi sepanjang waktu, jarang kami memakan daging sapi atau kambing,” ungkap Taya Abdullah, salah satu warga Tukananes pada Agustus 2019 lalu. Ia merupakan seorang buruh cuci pakaian.

Hidangan berbahan dasar daging seakan istimewa bagi warga Tukananes. Di Iduladha tahun 2019 lalu, daerah tersebut menjadi wilayah distribusi hewan kurban dari Global Qurban - ACT. Ratusan keluarga mendapatkan bagian daging, makanan yang dirasa jarang mereka nikmati.

Ada empat sapi yang disembelih di Tukananes. Seluruh daging didistribusikan untuk 320 keluarga atau lebih dari 1.900 jiwa. “Bagi kami daging merupakan hidangan mahal, kami tak mampu membelinya. Momen Iduladha memang kesempatan kami menikmati daging kurban, tapi tak setiap tahun ada. Semoga daging kurban dari Global Qurban tiap tahun bisa datang ke tempat kami (Tukananes),” ujar Mandag Usaman, warga yang berprofesi sebagai buruh bangunan pada Agustus 2019 lalu.[]


Bagikan