Menghadirkan Kedermawanan di Pelosok Tasikmalaya yang Jarang Nikmati Kurban

Beberapa tahun terakhir, warga di salah satu kampung di Purwarahayu, Taraju, tak bisa menikmati daging kurban. Berangkat dari kondisi inilah, Global Qurban di tahun pandemi ini menghadirkan daging terbaik dari para dermawan.

Anak-anak di Kabupaten Tasikmalaya yang mendapatkan daging kurban. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN TASIKMALAYA Di tengah berbagai pembatasan, nyatanya, kedermawanan bisa melampaui semua hambatan. Hal ini lah yang Global Qurban-ACT lakukan untuk menghadirkan hewan kurban bagi warga di berbagai penjuru negeri. Kabupaten Tasikmalaya salah satunya. Wilayah di selatan Jawa Barat ini ternyata masih ada titik yang jarang menikmati kurban.

Salah satu kampung di Desa Purwarahayu, Taraju merupakan salah satu lokasi distribusi daging kurban para dermawan Global Qurban-ACT. Di perkampungan ini, sudah beberapa tahun belakangan warganya tak bisa merasakan daging kurban.

“Di lokasi ini  ada pelaksanaan kurban itu tiga tahun lalu. Itu pun satu ekor kambing yang harus dibagi ke semua warga. Ada juga kurban di kampung tetangga, tapi kami enggak kebagian,” ungkap Ade, salah satu warga, Kamis (22/7/2021).

Namun, tahun ini ada yang berbeda. Warga di tempat Ade tinggal bisa kembali merasakan daging kurban. Rasa syukur dan sambutan meriah datang dari warga kepada relawan dan tim Global Qurban-ACT yang menyambangi permukiman mereka.

“Alhamdulillah sekarang bisa ngerasain daging kurban. Global Qurban bawa sapi, kami sangat bersyukur, semua warga di sini bisa merasakan daging lagi,” tambah Ade.

Selama penyembelihan dan pendistribusian daging, tim Global Qurban menerapkan protokol kesehatan. Pendistribusiannya pun meluas hingga ke tujuh kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya. Koordinator Program Global Qurban-ACT Kabupaten Tasikmalaya Diki Zakaria mengatakan, untuk menentukan lokasi distribusi, telah dilakukan asesmen awal. Tujuannya agar tepat sasaran.

“Salah satu poin asesmen untuk menentukan lokasi distribusi daging ini ialah kondisi ekonomi warga setempat,” jelas Diki.[]