Menghadirkan Kemudahan Akses Air Bersih di Desa Babakan

Sumur Wakaf kembali mengalirkan air bersih di Kabupaten Bogor, tepatnya di Kampung Cibogo Leutik, Desa Babakan Kecamatan Ciseeng. Sumur yang selesai dibangun pada Selasa (17/3) ini adalah jawaban atas masalah keruhnya air dan kekeringan yang kerap dialami warga.

Menghadirkan Kemudahan Akses Air Bersih di Desa Babakan' photo
Warga Kampung Cibogo Leutik beramai-ramai mengambil air dari Sumur Wakaf. (ACTNews)

ACTNews, BOGOR – Warga Kampung Cibogo Leutik, Desa Babakan, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, akrab dengan kekeringan. Setiap tahun mereka mengalaminya. Rata-rata sumur yang mereka memiliki kedalaman 10 meter, sehingga setiap kemarau mereka kekeringan. Sekalipun ada air, sering keruh.

“Wilayah Kampung Cibogo Leutik sebenarnya merupakan daerah dataran rendah tetapi secara geologi tanahnya berbatu. Sehingga, jika membangun sumur dangkal, seringkali air menjadi keruh. Belum lagi jika musim kemarau. Debit air pasti berkurang, bahkan sampai kering” kata Wahyu Nur Alim dari Tim Global Wakaf pada Kamis (19/3) ini.

Termasuk Pondok Pesantren Daar El Hijrah. Pondok pesantren yang mendidik tahfiz itu juga mengalami hal yang sama. Padahal pondok pesantren ini adalah rumah bagi sekitar 100 santri. Seringkali air yang mereka dapatkan berwarna kekuningan.

“Ketersediaan air bersih pada musim kemarau di Kampung Cibogo Leutik khususnya di sekitar Pesantren Daar El Hijrah sangat terbatas, dan sering tidak bersih. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih, untuk minum santri, dan warga mendapatkan dari depot air minum yang ada di wilayah Parung,” jelas Wahyu.


Warga dan santri Pondok Pesantren Daar El Hijrah di depan Sumur Wakaf. (ACTNews)

Untuk membangun sumur bor bukan mudah untuk warga, mengingat sumur bor sendiri cukup mahal. Membangun satu sumur bor bisa menghabiskan paling sedikit sekitar Rp10 juta hingga Rp15 juta, sementara rata-rata pendapatan warga di Kampung Cibogo Leutik kurang dari Rp 1juta.

Global Wakaf – ACT menjawab permasalahan warga dengan membangun Sumur Wakaf. Sumur yang selesai dibangun pada Selasa (17/3) lalu ini mencapai kedalaman 30 meter sehingga warga jadi lebih mudah mengakses air bersih. Sumur Wakaf dibangun di masjid Pesantren Daar El Hijrah.


“Pembangunan sumur bor sedalam
30 meter diharapkan menjadi sumber air baru bagi warga sekitar. Alhamdulillah, kita juga dipermudah oleh pihak pesantren yang langsung menyetujui pembangunan dan menyediakan lahan untuk pembangunan Sumur Wakaf,” kata Wahyu.

Selain menjadi sumber air bagi 100 santri dan mempermudah sarana pendukung belajar mereka, Sumur Wakaf yang dibangun juga akan bermanfaat bagi sekitar 250 kepala keluarga yang berada di sekitar lokasi. Warga pun senang dengan Sumur Wakaf yang segera hadir di lingkungan mereka.

“Terima kasih, dengan adanya Sumur Wakaf. Kami jadi mudah mencuci dan membersihkan diri. Sangat bermanfaat untuk kami. Semoga Global Wakaf ke depannya akan semakin berkah,” ujar Siti Maryanah, salah satu warga Desa Babakan yang merasakan manfaat dari Sumur Wakaf. []


Bagikan