Menghadirkan Kemudahan Akses Air Bersih ke Kelurahan Pulo Kerto

Selama ini warga di Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gambus, Kota Palembang, mengandalkan air yang berasal dari tadah hujan dan air rawa, sebagai sumber utama pemenuhan kebutuhan air. Selain itu, warga hanya memanfaatkan 2 sumur dalam yang akan ikut kering ketika kemarau tiba. Mau tak mau, warga akhirnya membeli air ke kota.

Menghadirkan Kemudahan Akses Air Bersih ke Kelurahan Pulo Kerto' photo
Warga sedang memanfaatkan air bersih untuk berwudu di Sumur Wakaf Dusun Pupuy Jaya, Kota Palembang. (ACTNews)

ACTNews, PALEMBANG – Di Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, sarana MCK masih sangat minim. Aliran PDAM salah satunya yang hingga kini bahkan belum sampai kepada rumah-rumah warga.

Selama ini warga mengandalkan air yang berasal dari tadah hujan dan air rawa, sebagai sumber utama pemenuhan kebutuhan air. Selain itu, warga hanya memanfaatkan 2 sumur dalam yang berada di wilayah mereka. Namun 6 bulan belakangan kedua sumur tersebut mengering akibat kemarau, dan hujan pun tidak turun. Di saat kebutuhan air sangat minim seperti ini, maka warga terpaksa membeli air yang dijual per tangki dari pusat kota.


“Masyarakat akhirnya membeli air untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Untuk MCK ada 2, tetapi sekarang tidak bisa digunakan dikarenakan kekeringan dan tidak adanya air,” ujar
Aris Lazuardi dari Tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatra Selatan pada Senin (15/9) ini.

Untuk membangun sumur bor sendiri, diperlukan biaya yang cukup besar, sementara warga masih ada dalam kondisi ekonomi yang prasejahtera. Sebagian besar warga Kelurahan Pulo Kerto adalah buruh, baik buruh tani, buruh pabrik maupun buruh bangunan. Sementara sebagian lainnya berprofesi lain. Pendapatan rata-rata masyarakat sekitar Rp1,2 juta per bulan.


Peresmian bersama warga dan tokoh masyarakat setempat. (ACTNews)

Untuk itu, Global Wakaf – ACT membangun satu unit Sumur Wakaf di Dusun Pupuy Jaya, Kelurahan Pulo Kerto, Kecamatan Gandus. “Sumur ini kita targetkan dapat memenuhi kebutuhan dari 400 kepala keluarga. Mudah-mudahan hadirnya Sumur Wakaf ini dapat membawa manfaat kepada warga terutama di saat musim kemarau,” jelas Aris.

Manfaat itu dirasakan salah satunya oleh Rohim, salah satu warga. Bahkan berbulan-bulan berlalu semenjak Sumur Wakaf selesai, air Sumur Wakaf tetap terus mengalir. “Alhamdulillah sekarang tidak takut lagi kekeringan. Sudah empat bulan air tetap mengalir sampai sekarang biasanya di bulan Juli ini kami sudah merasakan dampak dari kemarau. Di sini sumur hanya ada 2 dan semuanya kering ketika sudah masuk musim kemarau. Setelah adanya sumur bor ini kami masyarakat Dusun Pupuy Jaya bisa memanfatkanya untuk minum, memasak kami ambil di sumur bor ini,” ucap Rohim pada peresmian Sumur Wakaf di Dusun Pupuy Jaya pertengahan Juli lalu.

Berkah kehadiran Sumur Wakaf inilah yang terus diikhtiarkan oleh Global Wakaf agar terus meluas. Aris mengajak para dermawan untuk terus membersamai mereka dalam ikhtiar ini. “Tentu kami mengharapkan bantuan dari para dermawan, agar ke depannya kita dapat membantu desa-desa lain yang tersebar di pelosok Nusantara khususnya Sumatra Selatan. Amanah wakaf para dermawan dapat disalurkan melalui  rekening BNI Syariah di nomor 66 0000 940 atas nama Yayasan Global Wakaf, atau melalui laman Indonesia Dermawan,” jelasnya. []

Bagikan