Menghadirkan Pangan bagi Penduduk Prasejahtera Somalia

Kelaparan masih menjadi permasalahan pokok di Somalia. Banyak penduduknya yang hidup dengan kondisi prasejahtera. Bantuan semua pihak pun sangat dinanti, demi melepaskan mereka dari jerat kelaparan.

Menghadirkan Pangan bagi Penduduk Prasejahtera Somalia' photo
Distribusi bantuan pangan dari ACT untuk penduduk Somalia. (ACTNews)

ACTNews, MOGADISHU – Ancaman kelaparan masih menghantui penduduk Somalia, khususnya mereka yang kondisi ekonominya masih prasejahtera. Di permukiman padat penduduk yang ada di pinggiran Kota Mogadishu misalnya. Orang-orang bermukim di gang-gang sempit. Kondisi lingkungan kurang sehat dan kemiskinan menjadi kenyataan yang penduduk harus jalani. Mereka pun terpaksa menggantungkan kebutuhan hidup pada bantuan, salah satunya pada bantuan kemanusiaan dari berbagai lembaga.

Dari laporan yang mitra Aksi Cepat Tanggap (ACT) terima, banyak kasus kekurangan gizi di kalangan masyarakat prasejahtera di pinggiran Mogadishu. Hal ini terjadi karena terbatasnya pangan layak gizi serta akses layanan kesehatan tingkat dasar yang masih sulit di dapat. Cukup banyak penduduk yang tinggal di sana yang juga tak memiliki pekerjaan.

Fatima Yusuf Ali merupakan salah satu penduduk prasejahtera di pinggiran Mogadishu. Ia menuturkan, pada 2019 ia mulai menetap di sana. Warga asal Shabelle, Somalia ini terpaksa pindah tempat tinggal karena bencana banjir yang cukup parah pernah melanda Shabelle. Sekarang, Fatima tinggal di permukiman padat dan menganggur. Ia pun hanya bergantung pada bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

“Harapannya kami mendapatkan kesempatan kerja untuk memperbaiki ekonomi keluarga,” harap Fatima pada Agustus lalu.

Pertemuan mitra ACT dengan Fatima terjadi saat pendistribusian paket pangan dari ACT ke penduduk prasejahtera Somalia. Paket pangan yang berisi kebutuhan pokok itu mampu memenuhi kebutuhan pangan untuk 300 jiwa.

“Pendistribusian paket pangan diberikan ke penduduk prasejahtera di Somalia, khususnya mereka yang berada di kamp pengungsi Malable, Distrik Garasbalet, pinggiran Mogadishu,” jelas Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Respose - ACT.

Wilayah yang menjadi sasaran pendistribusian bantuan pangan ini pun banyak ditemukan penduduk pengangguran. Kesempatan kerja mereka sangat sempit. Untuk itu, dalam pendistribusian paket pangan ini, ACT memaksimalkannya dengan membeli berbagai keperluan dari penduduk lokal. Tujuannya, agar bisa memberdayakan penduduk sekitar.

Hadirnya paket pangan di Somalia pada pertengahan Agustus lalu, ungkap Faradiba, belum mampu menutupi kebutuhan pangan penduduk di negara yang sering dirundung bencana kekeringan yang berakibat kelaparan itu. Uluran tangan dari masyarakat luas pun sangat dinantikan. “Semua pihak masih sangat bisa menyalurkan bantuannya untuk penduduk Somalia melalui rekening BNI Syariah 0096110239 atas nama Aksi Cepat Tanggap,” ajak Faradiba.[]

 

Bagikan

Terpopuler