Menghadirkan Pesantren Layak untuk Para Tahfiz di Balikpapan Utara

Sudah beberapa tahun belakangan pembangunan Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah di Kelurahan Karang Joang, Kabupaten Balikpapan Utara mangkrak. Padahal, para santri yang kebanyakan yatim dan duafa masih berkegiatan di dalamnya. ACT Kalimantan Timur, berencana menuntaskan pembangunan pondok pesantren ini untuk kemaslahatan para santri.

Menghadirkan Pesantren Layak untuk Para Tahfiz di Balikpapan Utara' photo
Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah saat ini sedang dalam proses pembangunan. (ACTNews)

ACTNews, BALIKPAPAN – Dari luar masjid, masih tampak tiang-tiang bambu terpasang untuk menyangga bangunan. Jika masuk ke dalam pun, tempat imam masih berwujud susunan bata merah tanpa lapisan cor, apalagi cat dinding. Selain itu, di balik sajadah yang terbentang itu masih ada bagian permukaan tanah yang bergelombang.

Terlihat para santri yang tengah menghafal Alquran ini berada di sebuah masjid yang mangkrak karena pembangunannya belum tuntas. Ternyata hampir semua bangunan di pondok pesantren berhenti bahkan sebagian belum jadi terbangun karena terkendala biaya.

Para santri masih harus menempati asrama dengan kondisi seadanya karena masih setengah jadi. Tak jauh dari asrama, tempat wudu dan MCK mereka ini juga hanya berdindingkan asbes dengan ukuran yang cukup sempit.

Begitulah kondisi Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah yang terletak di KM 18 Poros Balikpapan-Samarinda, tepatnya di Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Karang Joang, Kabupaten Balikpapan Utara. Mirisnya lagi, saat ini para santri hanya mengandalkan tadahan air hujan dan air tanah yang nampak keruh. Krisis air bersih ini terjadi karena mesin pompa dan penyaring air dari sumur ke tempat penampungan air tengah rusak, sedangkan mereka belum memiliki biaya untuk memperbaikinya.


Santri-santri Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah. (ACTNews)

“Di sini rata-rata anak yatim dan duafa. Mereka yang enggak mampu bayar, ya kita gratiskan. Dana tetap pun juga tak ada. Sejauh ini kami berikhtiar dengan membantu memberdayakan ternak ayam punya tetangga yang bisa menanggung biaya dapur (kebutuhan pangan) anak-anak,” ungkap salah satu ustaz pondok pesantren tersebut.

Pondok pesantren yang dihuni oleh 20 santri putra, 14 santri putri dan beberapa guru ini, dirintis sejak Agustus 2016. Bangunannya sendiri berdiri di atas tanah milik seorang wakif asal Balikpapan yang menyerahkan sepenuhnya tanah tersebut agar kelak bisa menghasilkan generasi-generasi unggul yang dapat bermanfaat untuk umat.


“Para santri di sini mempunyai niat mulia untuk menghafal Alquran, namun kondisi sarana dan prasarananya ternyata masih cukup memprihatinkan. ACT Kalimantan timur berencana untuk membantu menuntaskan pembangunan Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah ini. Alhamdulillah, sebulan lebih sejak 22 Juni sampai Rabu (29/07) ini, ACT bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kalimantan Timur memulai melanjutkan pembangunan masjid serta asrama yang mangkrak bertahun-tahun lamanya,” jelas Muhammad Iqbal dari Tim Program ACT Kalimantan Timur.

Dimulai dari perluasan bangunan dan pemasangan lantai keramik, perlahan masjid mulai sempurna pembangunannya. Teras masjid juga mulai dapat digunakan juga untuk proses pembelajaran para santri. Nampak lantai masjid pun kini hampir terpasang seluruhnya.

“Setelah proses finishing masjid rampung, rencana pembangunan akan dilanjutkan untuk asrama pondok, MCK, dan filterisasi sumur untuk dapat menghasilkan air bersih yang juga layak konsumsi. Kami mengharapkan dukungan para dermawan agar pembangunan ini dapat cepat terealisasi,” pungkas Iqbal. []


Bagikan